Ini Deretan Risiko yang Bikin Fitch Pangkas Outlook Indonesia Jadi Negatif

idxchannel.com
3 jam lalu
Cover Berita

Lembaga pemeringkat kredit global, Fitch Ratings, resmi merevisi outlook atau prospek peringkat utang Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil.

Ini Deretan Risiko yang Bikin Fitch Pangkas Outlook Indonesia Jadi Negatif. (Foto: AP)

IDXChannel - Lembaga pemeringkat kredit global, Fitch Ratings, resmi merevisi outlook atau prospek peringkat utang Indonesia menjadi negatif dari sebelumnya stabil, sembari mempertahankan peringkat jangka panjang valuta asing (Long-Term Foreign-Currency Issuer Default Rating/IDR) di level BBB.

Dalam rilis resmi, Rabu (4/3/2026), revisi outlook ini mencerminkan meningkatnya ketidakpastian kebijakan serta dinilai tergerusnya konsistensi bauran kebijakan di tengah sentralisasi pengambilan keputusan.

Baca Juga:
CEO Danantara Temui Pimpinan Moody's, Pastikan Ketahanan Ekonomi RI Terjaga

Fitch menilai kondisi tersebut berpotensi melemahkan prospek fiskal jangka menengah, menekan sentimen investor, dan mengurangi ketahanan eksternal.

Meski demikian, penegasan peringkat BBB mencerminkan rekam jejak Indonesia dalam menjaga stabilitas makroekonomi, prospek pertumbuhan menengah yang relatif baik, rasio utang pemerintah yang moderat, serta bantalan eksternal yang cukup.

Baca Juga:
IHSG Melemah Bareng Bursa Asia, BEI Sebut Gara-Gara Gejolak di Timur Tengah

Kekuatan ini, menurut Fitch, masih tertahan oleh rasio penerimaan negara yang rendah, beban bunga utang yang tinggi, serta indikator tata kelola yang tertinggal dibandingkan negara dengan peringkat setara.

Ketidakpastian Kebijakan dan Tekanan Belanja

Baca Juga:
S&P Ingatkan Tekanan Fiskal, Prospek Peringkat Indonesia Dibayangi Risiko

Fitch memperkirakan pemerintah tetap akan mematuhi batas defisit fiskal 3 persen terhadap produk domestik bruto (PDB).

Namun, fokus pada target pertumbuhan ambisius 8 persen dan peningkatan belanja sosial berpotensi mendorong pelonggaran bauran kebijakan fiskal dan moneter, yang dapat memunculkan risiko terhadap stabilitas makro dan sektor keuangan.

Defisit fiskal diproyeksikan mencapai 2,9 persen PDB pada 2026, sedikit di atas target pemerintah sebesar 2,7 persen.

Tekanan belanja diperkirakan meningkat, termasuk dari program makan bergizi gratis (MBG) yang nilainya mencapai 1,3 persen PDB untuk periode 2025-2029.

Rencana percepatan belanja pada semester I-2026 juga dinilai membuka risiko pelebaran defisit.

Di sisi lain, rasio penerimaan pemerintah diperkirakan hanya rata-rata 13,3 persen PDB pada 2026-2027, jauh di bawah median negara berperingkat BBB sebesar 25,5 persen.

Pelemahan penerimaan pada 2025 dipicu oleh lesunya penerimaan pajak, pembatalan hampir penuh kenaikan tarif PPN 1 poin persentase, pengalihan dividen BUMN ke dana abadi baru/SWF (Danantara), serta restitusi pajak yang berpotensi bersifat sementara.

Sorotan pada Danantara dan Risiko Off-Budget

Fitch juga menyoroti peran SWF, Danantara, yang akan menyalurkan investasi komersial di luar APBN.

Pada 2026, Danantara berencana menggelontorkan investasi sebesar USD26 miliar atau sekitar 1,7 persen PDB untuk proyek hilirisasi mineral, energi, pangan, dan pertanian.

Namun, terdapat ketidakpastian apakah mandat Danantara dapat meluas ke aktivitas kuasi-fiskal melalui investasi berbasis utang guna mendukung prioritas pemerintah.

Jika terjadi, hal ini dinilai berpotensi mengurangi transparansi fiskal dan meningkatkan risiko kewajiban kontinjensi bagi pemerintah.

Kerentanan Eksternal dan Peran BI

Defisit transaksi berjalan diperkirakan melebar menjadi 0,8 persen PDB pada 2026 akibat melemahnya ekspor neto.

Cadangan devisa diproyeksikan setara sekitar lima bulan pembayaran transaksi berjalan, relatif sejalan dengan negara selevel.

Meski demikian, risiko arus keluar modal dinilai tetap ada setelah volatilitas pasar domestik baru-baru ini.

Sentimen investor yang masih rapuh dapat memicu tekanan depresiasi rupiah dan meningkatkan biaya pinjaman.

Di sisi moneter, Bank Indonesia (BI) mempertahankan suku bunga acuan di level 4,75 persen sejak September 2025 dengan fokus menjaga stabilitas rupiah.

Fitch memperkirakan inflasi tetap berada dalam kisaran target 2,5 persen plus minus 1 poin persentase dan membuka peluang penurunan suku bunga hingga 4,25 persen pada akhir 2026.

Namun, perluasan mandat bank sentral untuk mendukung pertumbuhan dan penciptaan lapangan kerja dapat membuat tugas pengendalian inflasi dan stabilitas nilai tukar menjadi lebih kompleks.

Utang Terkendali, Pertumbuhan Tetap Tinggi

Rasio utang pemerintah diproyeksikan naik moderat menjadi 41 persen PDB pada 2026, masih di bawah median negara BBB sebesar 57,3 persen.

Meski demikian, pembayaran bunga yang diperkirakan mencapai 17 persen dari total penerimaan pemerintah tergolong tinggi di antara negara selevel.

Dari sisi pertumbuhan, Fitch memperkirakan ekonomi Indonesia tetap tumbuh sekitar 5 persen pada 2026-2027, dua kali lipat median negara BBB sebesar 2,5 persen.

Permintaan domestik diperkirakan menjadi motor utama, ditopang belanja publik, investasi Danantara, pelonggaran moneter, serta program hilirisasi.

Namun, kata Fitch, target pertumbuhan 8 persen pada 2029 dinilai sulit tercapai tanpa reformasi struktural yang signifikan.

Ke depan, Fitch menyatakan penurunan peringkat dapat terjadi jika kerentanan makro meningkat, utang publik melonjak tajam, atau bantalan eksternal tergerus akibat arus keluar modal.

Sebaliknya, prospek dapat kembali stabil jika disiplin kebijakan terjaga, rasio penerimaan negara membaik signifikan, dan kerentanan eksternal berkurang secara berkelanjutan. (Aldo Fernando)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Apakah Negara-negara Teluk Akan Balas Serangan Iran?
• 3 jam laludetik.com
thumb
Pembatasan Akses Jembatan Kampung Kramat Cipayung Diberlakukan, Hanya Sepeda Motor yang Diizinkan Melintas
• 8 jam lalupantau.com
thumb
Firman Soebagyo Soroti Impor 1.000 Ton Beras Khusus dari AS dan Minta Pemerintah Buka Data Secara Transparan
• 18 jam lalupantau.com
thumb
Kemenhaj: Kepulangan Jemaah Umrah Dipastikan Aman
• 4 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Modus Baru, Ganja 30 Kilogram Ditaburi Bubuk Kopi agar Tak Ketahuan Dikirim Lewat Ekspedisi
• 11 jam laludisway.id
Berhasil disimpan.