tvOnenews.com - Race pembuka musim F1 2026, Grand Prix Australia dipastikan akan berjalan sesuai jadwal meski sejumlah tim mengalami gangguan penerbangan dari Bahrain imbas perang timur tengah.
Konflik Iran menyusul serangan gabungan AS-Israel membuat sejumlah bandara di kawasan tersebut menutup wilayah udara.
Akibatnya, arus penerbangan internasional lumpuh dan berdampak pada ratusan personel Formula 1 yang hendak bertolak dari Bahrain ke Melbourne.
- Facebook/F1
Beberapa anggota paddock F1 mendapati jadwal penerbangan awal mereka dibatalkan karena situasi darurat tersebut.
Dampak serupa juga dirasakan paddock MotoGP di Thailand yang kesulitan kembali usai balapan akhir pekan lalu.
Sebagai solusi, Formula 1 menyiapkan penerbangan charter guna mengangkut sekitar 500 kru dan personel ke Australia.
Langkah cepat itu membuat pihak penyelenggara yakin agenda balapan tidak akan mengalami penundaan.
Pernyataan resmi F1 menegaskan tiga seri berikutnya berlangsung di Australia, China, dan Jepang, bukan di Timur Tengah.
“Seperti biasa, kami memantau dengan cermat setiap situasi seperti ini dan bekerja sama erat dengan pihak berwenang terkait.” tulis pernyataan resmi F1.
- F1
Kepala penyelenggara GP Australia, Travis Auld, memastikan pembalap hingga kepala tim tetap hadir sesuai jadwal.
“Para pembalap akan hadir, para insinyur akan hadir, para kepala tim juga akan hadir,” katanya.
“Merekalah yang diprioritaskan. Jadi, kita tidak akan melihat pembalap kejutan di balik helm tersebut. Namun, jelas sekali situasinya telah berubah menjelang acara tersebut," tambahnya.
“Namun ini adalah acara besar. Selalu ada hal-hal yang perlu diatasi, mengubah rencana, dan bersikap tanggap. Tapi itulah yang biasa dilakukan tim.” lanjutnya.
“Semua barang sudah ada di sini dan siap berangkat. Kami berada di posisi di mana kami sangat yakin tidak akan ada dampak.” tutupnya.
Sebelumnya, pada 2020, balapan ini sempat dibatalkan akibat pandemi COVID-19 setelah tim McLaren menjalani karantina.
(akg)



