tvOnenews.com - Nama Maarten Paes menjadi salah satu yang paling disorot media Belanda dalam beberapa hari terakhir.
Bukan karena penyelamatan spektakuler, melainkan karena performanya bersama Ajax Amsterdam yang dinilai belum sepenuhnya meyakinkan, terutama dalam aspek distribusi bola.
Sorotan itu muncul setelah laga melawan PEC Zwolle, di mana kiper Timnas Indonesia itu mendapat kritik dari analis dalam podcast sepak bola populer Belanda yang kemudian dikutip oleh De Telegraaf.
- instagram Ajax
Dalam pertandingan tersebut, Paes beberapa kali mencoba membangun serangan dari bawah dengan mengalirkan bola pendek ke lini tengah, khususnya kepada Youri Regeer yang turun menawarkan diri.
Namun, sejumlah umpan dinilai kurang akurat dan berisiko.
Dalam podcast sepak bola Belanda, Kieft Jansen Egmond Gijp, legenda Ajax, Wim Kieft, bahkan menyebut jika lima dari sepuluh percobaan distribusi itu gagal, pelatih seharusnya segera menginstruksikan untuk bermain lebih direct dengan umpan panjang.
"Kieft tidak begitu senang dengan penampilan kiper Maarten Paes dalam pertandingan PEC Zwolle-Ajax. "Setidaknya sepuluh kali sebelum jeda babak pertama di Ajax, kiper mengoper bola ke Youri Regeer, yang datang untuk menawarkan diri," kata Kieft, dalam laporan De Telegraf.
- Instagram @maartenpaes
"Tapi jika itu salah lima kali, sebagai pelatih Anda berpikir, 'Teman-teman, teruslah mengoper bola panjang.' Dan ini melawan PEC Zwolle, kan? Mereka benar-benar tidak berguna"," lanjutnya dalam laporan tersebut.
Kritik ini bukan tanpa alasan. Ajax dikenal sebagai tim yang mengandalkan build-up rapi dari belakang.
Kiper bukan hanya penjaga gawang, tetapi juga bagian penting dalam sirkulasi bola. Kesalahan kecil dalam distribusi bisa berujung ancaman langsung.
Jika melihat dua penampilan terakhirnya bersama Ajax, performa Paes sebenarnya tidak sepenuhnya buruk.
Pada laga debutnya, ia tampil cukup solid di bawah mistar. Refleks dan positioning-nya beberapa kali menyelamatkan tim dari situasi berbahaya.
- Instagram @maartenpaes
Ia menunjukkan ketenangan saat menghadapi tekanan dan mampu menjaga konsentrasi sepanjang laga.




