Penulis: Ridho Dwi Putranto
TVRINews, Jakarta
Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menerima kunjungan Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon, Luqman Zulkaedin, di kantor Kementerian Kebudayaan, Jakarta. Pertemuan tersebut membahas kondisi terkini keraton serta rencana revitalisasi sebagai bagian dari upaya pelestarian budaya.
Dalam pertemuan itu, Sultan Sepuh XV menyampaikan bahwa Keraton Kasepuhan merupakan salah satu peninggalan sejarah penting di Cirebon yang usianya telah mencapai sekitar enam abad.
Keraton tersebut, kata Sultan Sepuh XV, didirikan oleh Sunan Gunung Jati dan menjadi bagian dari perjalanan panjang Kesultanan Cirebon yang berakar dari Kerajaan Pajajaran.
Menteri Kebudayaan Fadli Zon bersama Sultan Sepuh XV Keraton Kasepuhan Cirebon, Luqman Zulkaedin. (Foto: TVRINews/HO-Kemenbud)"Usia Kesultanan Cirebon bahkan lebih tua dibandingkan keraton di Yogyakarta dan Surakarta. Hal tersebut menjadi kebanggaan tersendiri karena Indonesia masih memiliki kerajaan Islam yang sangat tua dan tetap bertahan hingga kini," kata Sultan Sepuh XV dalam keterangan pers yang diterima, Rabu, 4 Maret 2026.
Ia menjelaskan, kompleks Keraton Kasepuhan memiliki luas sekitar 25 hektare dan dikelilingi tembok bata yang dibangun oleh Pangeran Cakrabuana. Di dalam kawasan tersebut terdapat sejumlah bangunan bersejarah seperti Siti Inggil, gapura candi bentar, serta berbagai bangunan tradisional lainnya.
Namun demikian, Sultan Sepuh menyampaikan bahwa kondisi fisik keraton saat ini memerlukan perhatian dan penanganan khusus agar tetap terjaga.
Menanggapi hal tersebut, Fadli Zon menegaskan komitmen pemerintah untuk mendukung upaya revitalisasi Keraton Kasepuhan. Menurutnya, keraton merupakan bagian penting dari peradaban dan identitas budaya bangsa.
Ia juga menekankan proses revitalisasi perlu didukung kesiapan internal dari pihak keraton serta pemanfaatan dokumen perencanaan yang telah tersedia agar langkah perbaikan dapat dilakukan lebih cepat dan terarah.
“Revitalisasi keraton merupakan bagian dari upaya pelestarian budaya nasional. Tujuan revitalisasi sejalan dengan arahan Presiden untuk menjaga kelestarian keraton di Indonesia," tegas Men
Sementara itu, Sultan Sepuh XV berharap pemerintah dapat terus memberikan perhatian terhadap keberlangsungan keraton. Ia menjelaskan bahwa keraton saat ini tidak lagi memiliki kekuasaan politik seperti pada masa lalu sehingga membutuhkan dukungan untuk menjaga kelestariannya.
“Kami berharap dengan adanya perbaikan dan revitalisasi beberapa bangunan, kunjungan wisatawan ke Keraton Cirebon dapat meningkat,” kata Luqman.
Fadli Zon menambahkan, revitalisasi Keraton Kasepuhan tidak hanya bertujuan memperbaiki bangunan fisik, tetapi juga menjaga nilai sejarah, tradisi, serta kearifan lokal yang diwariskan secara turun-temurun.
Dengan penataan yang terencana serta kolaborasi berbagai pihak, Keraton Kasepuhan diharapkan dapat terus berfungsi sebagai pusat kebudayaan, ruang edukasi, sekaligus destinasi wisata budaya yang memperkuat identitas masyarakat Cirebon di tengah perkembangan zaman.
Editor: Redaktur TVRINews





