Grid.ID - Bulan suci Ramadan memang penuh berkah, tapi tantangan bangun sahur sering kali membuat siklus tidur kita jadi berubah. Mengantuk dan lemas di siang hari seakan jadi penyakit langganan banyak orang.
Apakah ada cara menyiasati jam tidur yang ideal selama bulan puasa agar tubuh tetap fit dan ibadah makin lancar? Menjawab keresahan ini, dokter sekaligus influencer kesehatan dr. Tirta membagikan tips ampuhnya.
Dalam sebuah podcast, dr. Tirta menegaskan bahwa berkurangnya jam tidur selama bulan Ramadan adalah hal yang mutlak dan tidak bisa dihindari. Menurutnya, demi bisa bangun sahur pukul 03.00 pagi, kita harus rela memajukan jam tidur.
"Kita harus memajukan jam tidurnya jam 9 atau jam 10, bangunnya jam 3. Selama bulan Ramadan niat kita ngibadah pasti jam tidurnya akan berkurang jadi 5 sampai 6 jam. Itu sudah pasti," kata dr. Tirta dikutip Grid.ID dari YouTube Raditya Dika, Rabu (4/3/2026).
Lantas, bagaimana cara tubuh mengganti utang tidur tersebut? Sang dokter menyarankan satu jurus jitu, yakni power Nap alias tidur siang singkat.
Ia membeberkan, tidur siang yang dilakukan dengan benar dan tidak berlebihan sangat ampuh untuk mengembalikan energi tubuh (recovery). Namun, dr. Tirta mewanti-wanti keras agar tidak kebablasan alias tidur siang terlalu lama.
"Kalau terlalu lama tidur siangnya berjam-jam gitu, bisa lebih dari 2 sampai 3 jam, dia justru akan mengganggu siklus tidur di waktu malam," tegasnya.
Oleh karena itu, bagi kamu yang tidurnya cuma 4 sampai 5 jam di malam hari, disarankan untuk power nap sekitar 20-30 menit di sela-sela jam istirahat siang.
Namun, dr. Tirta juga realistis. Bagi pekerja kantoran yang jadwalnya padat, mencari waktu tidur siang memang sebuah tantangan dan risiko tersendiri.
Nah, kini sudah tahu kan rahasianya? Daripada balas dendam tidur seharian sampai bikin lemas, lebih baik rutinkan power nap agar. Hal itu demi tetap semangat dan produkti selama puasa. (*)
Artikel Asli



