Iran baru saja ditinggalkan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, yang tewas akibat serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel.
Khamenei meninggal dunia pada 28 Februari 2026. Hingga kini, tanggal pemakaman Khamenei masih belum diungkap.
Kepastian yang baru diperoleh adalah Khamenei akan dimakamkan di Mashhad, yang merupakan kota suci sekaligus kota terbesar kedua di Iran.
Bukan kali pertama Iran ditinggalkan pemimpin agung yang juga merupakan kepala negara. Sejak Republik Islam berdiri pada 1979, Iran telah dua kali menyaksikan kematian pemimpin agungnya.
Peristiwa pertama terjadi pada 3 Juni 1989. Saat itu Iran dipimpin Ayatollah Ruhollah Khomeini, pemimpin Revolusi Islam yang pecah pada 1979.
Kematian Khomeini diumumkan Radio Teheran pada Minggu, 4 Juni 1989, tetapi sebenarnya ia mengembuskan napas terakhir sehari sebelumnya, yakni Sabtu, 3 Juni 1989.
Menurut Pemerintah Iran, Khomeini meninggal 11 hari setelah menjalani operasi untuk menghentikan pendarahan dalam. Namun, penyebab pasti kematiannya tidak diumumkan secara rinci.
Anak Khomeini, Hojatoleslam Ahmed Khomeini, menyebut ayahnya meninggal di sebuah rumah sakit di Teheran.
Kantor berita Iran kemudian mengumumkan pemakaman Khomeini akan dilaksanakan pada Senin, 5 Juni 1989.
Ia disalatkan di sebuah masjid di Jamaran, sebelah utara Teheran. Khomeini tinggal di sana selama sembilan tahun, demikian dikutip dari UPI.
Saat berita kematian Khomeini diumumkan, lautan manusia turun ke jalan di ibu kota Teheran untuk menunjukkan duka atas wafatnya sang pemimpin agung.
Karena banyaknya orang membanjiri jalanan, peristiwa berdesak-desakan hingga terinjak-injak pun terjadi. Sebanyak 10 orang tewas terinjak dan 400 lainnya terluka parah.
Insiden kedua terjadi ketika jenazah Khomeini akan dikebumikan. Jenazahnya sempat terjatuh dan massa mencoba memegang kain kafannya.
Garda Revolusi Iran berupaya mengatur massa agar tidak terjadi kekacauan saat pemakaman. Ketika kondisi semakin kondusif, pemakaman Khomeini akhirnya dapat berjalan dengan lancar.





