JAKARTA, KOMPAS.com - Kapolsek Cilincing Kompol Bobi Subasri memastikan pria yang tewas terlindas forklift di sebuah depo kontainer wilayah Marunda, Jakarta Utara, berinisial GH (44) bukanlah karyawan perusahaan setempat.
"Identitas korban sudah diketahui, dan bukan karyawan PT tersebut," ucapnya saat dikonfirmasi Kompas.com, Rabu (4/3/2026).
Ia juga memastikan tidak ada laporan kehilangan maupun dugaan tindak perbuatan merugikan yang dilakukan GH, selain memasuki kawasan perusahaan tersebut.
Baca juga: Pemberian Izin Krematorium di Kalideres Disebut Langgar Perda Terang-terangan
Bobi mengungkapkan, penyelidikan kini difokuskan pada dugaan kelalaian operator forklift.
Berdasarkan keterangan awal, operator mengaku tidak melihat korban karena berada di titik buta (blind spot) kendaraan hingga akhirnya terlindas.
"Benar, blind spot," katanya.
Operator forklift tersebut telah diamankan dan ditahan untuk proses pemeriksaan lebih lanjut.
"Untuk operator forklift pun sudah kita tahan atas kelalaianya," tambahnya.
Untuk diketahui, sebuah kecelakaan kerja terjadi di depo kontainer wilayah Marunda, Cilincing, Jakarta Utara, Kamis (26/2/2026) sekitar pukul 16.00 WIB. Seorang pria dilaporkan tewas setelah terlindas forklift di area operasional depo tersebut.
Peristiwa itu viral di media sosial setelah video insiden diunggah akun Instagram @priok.id. Dalam rekaman tersebut, terdengar suara perekam yang panik melihat korban berada di bawah alat berat.
Baca juga: Hari Pertama Dibuka, Pendaftaran Motis 2026 di Bekasi Langsung Membeludak
"Astagfirullah, orang itu. Stop, stop, orang itu!" teriak perekam video saat melihat kondisi korban yang terlindas forklift.
Kapolsek Cilincing AKP Bobi Subsri mengatakan, korban dipastikan bukan karyawan depo kontainer tersebut. Hingga kini, identitas dan keberadaan korban di lokasi masih didalami.
"Bukan karyawan Depo. Itu yang kami lagi dalami," jelas Bobi saat dikonfirmasi pada Jumat (27/2/2026).
Menurut Bobi, sejauh ini belum ada karyawan depo yang mengaku mengenal korban saat dimintai keterangan oleh polisi.
Ia menjelaskan, insiden diduga terjadi karena korban berada di area blind spot operator forklift saat alat berat tersebut beroperasi.
"Jadi itu area untuk forklift itu beroperasional kan. Nah, setelah ada kontainer lewat itu, kemungkinan si operator forklift itu tidak mengetahui posisi si korban itu di sana," katanya.
Baca juga: Minta Batu Koral Malah Dikasih Tanah, Akses Jalan Warga Pasar Rebo Jadi Licin
Polisi saat ini masih melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi serta pengecekan tempat kejadian perkara (TKP). Operator forklift juga telah diamankan untuk dimintai keterangan.
"Belum (tersangka), (terduga pelaku) masih diamankan di Polsek. Kami periksa saksi dulu, kami masih lihat dulu maksudnya yang ada di TKP itu bagaimana. Apakah ada niat tertentu atau murni kelalaian dari si operator itu," tambahnya.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang


