Bahlil Jamin Stok Batu Bara buat PLN Aman sampai April 2026

viva.co.id
1 jam lalu
Cover Berita

Jakarta, VIVA – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia, menjamin stok batu bara untuk Pembangkit Listrik Tenaga Uap (PLTU) milik PT PLN (persero), masih berada dalam kondisi aman hingga April 2026.

“Untuk kebutuhan PLN, saya memastikan bahwa sampai dengan bulan Maret, April, no issue (tidak ada masalah)," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.

Baca Juga :
Bahlil soal Stok BBM Nasional Cuma 20 Hari: Storagenya Nggak Cukup
Berkaca dari Jepang, Bahlil Siap Tambah Kapasitas Pasokan BBM RI dari 25 ke 90 Hari

Dia memastikan bahwa pemerintah juga terus mengikuti perkembangan kebutuhan batu bara PLN. Hal ini diutarakannya, guna menanggapi kabar soal PLN yang mengalami krisis pasokan batu bara sebagai imbas dari pemangkasan produksi batu bara pada 2026.

Ilustrasi batu bara (dok. MIND ID)
Photo :
  • VIVA.co.id/Mohammad Yudha Prasetya

Kuota produksi batu bara 2026 ditetapkan sekitar 600 juta ton, atau berkurang sekitar 190 juta ton dibandingkan realisasi tahun 2025 yang mencapai 790 juta ton. Pemangkasan tersebut direalisasikan dalam pembatasan kuota produksi batu bara yang ditetapkan oleh pemerintah, dalam masing-masing Rencana Kerja dan Anggaran Biaya (RKAB) perusahaan.

Bahlil menyampaikan, langkah pemangkasan itu merupakan strategi pemerintah untuk mencari titik seimbang antara pasokan batu bara dengan permintaan batu bara, sehingga terjadi perbaikan harga.

“Jangan kita mengobral murah barang-barang kita. Kaitannya dengan itu, kami melakukan penataan terhadap RKAB dengan memprioritaskan untuk memenuhi kebutuhan nasional, termasuk PLN,” ujarnya.

Diketahui, sebelumnya Kementerian ESDM telah berkomunikasi dengan PT PLN (Persero), guna mengantisipasi kurangnya pasokan batu bara untuk pembangkit listrik tenaga uap (PLTU). Dalam rapat yang dilakukan bersama PLN, Kementerian ESDM meminta kepada PLN untuk memetakan pembangkit mana saja yang urgen atau darurat.

Terkait dengan pasokan batu bara, Wakil Menteri ESDM, Yuliot Tanjung menyampaikan, seharusnya hal itu sudah terpenuhi dari kewajiban perusahaan tambang batu bara, untuk menjual sekitar 30 persen dari hasil produksinya kepada PLN melalui skema Domestic Market Obligation (DMO) batu bara.

Yuliot mengatakan, yang menjadi permasalahan adalah bagaimana pengiriman batu bara dari lokasi tambang ke pembangkit-pembangkit. Misalkan, ada pembangkit yang minimal cadangan batu baranya adalah 20 hari. Untuk memastikan cadangan batu bara tidak kurang dari 20 hari, Yuliot menegaskan pentingnya proses pengadaan dilakukan dengan tepat waktu.

“Jangan sampai itu (pengadaan) terjadi keterlambatan,” ujarnya. (Ant).

Baca Juga :
Perpanjang Kontrak ExxonMobil di Blok Cepu, Bahlil Ungkap Poin Utama Negosiasinya
Bahlil Ungkap Alasan Impor Bioetanol dari AS, Singgung soal Spesifikasi
Harga Minyak Dunia Meroket Imbas Perang Iran-AS, Bahlil Akui Berdampak ke APBN

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Drone Kembali Hantam Konsulat AS di Dubai, Kedubes Amerika di Timur Tengah Lumpuh
• 9 jam lalurepublika.co.id
thumb
Dukung Ketegasan Menpora, NOC Indonesia Kawal Kasus Kekerasan Seksual Atlet Panjat Tebing
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
MAKI Desak KPK Lakukan Pemeriksaan Total dari Pemilik Hingga Pengguna Jasa
• 10 jam lalujpnn.com
thumb
Hengkang dari SM Entertainment, BoA Dirikan BApal Entertainment
• 23 jam lalutabloidbintang.com
thumb
Sudah Jatuh Tertimpa Tangga! Barcelona Dihantam Badai Cedera, Dua Bek Andalan Tumbang Usai Lawan Atletico Madrid
• 5 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.