FAJAR, MAKASSAR – Film horor “Kolong Mayit” siap menggebrak layar bioskop pada tahun 2026 dengan menghadirkan sensasi berbeda melalui sosok pocong yang berubah menjadi agresif dan brutal, menyerupai zombie lokal yang tak kenal ampun. Film ini mengangkat kisah tiga kru dokumenter yang meliput ritual “Nyambat Karuhun” di sebuah dusun bernama Kolong Mayit, yang dikenal karena rumah-rumah panggungnya berdiri di atas kuburan leluhur, menimbulkan ancaman supranatural nyata setelah ritual tersebut terganggu.
“Kolong Mayit” merupakan produksi Rumah Semut Film dan Sultra Sinema Investama, diadaptasi dari thread Kaskus berjudul “Rarasukma” karya M. Shiddig. Skenario dikembangkan oleh Aria Gardhadipura, yang sebelumnya sukses menulis film “Lift”. Film ini dibintangi oleh Samuel Rizal, Leoni Vitria, Cahya Arynagara, Fuad Idris, dan Tania Anjani, serta disutradarai oleh Irham Acho Bahtiar.
Irham Acho Bahtiar menjelaskan bahwa lokasi syuting diambil sekitar kaki Gunung Salak, Bogor, dengan latar tanah Pasundan yang kental. Beberapa dialog menggunakan bahasa Sunda asli untuk menambah keaslian suasana.
Horor dengan Nuansa Lokal dan Aksi Brutal“Bercerita tentang 3 orang kru dokumenter yang ditugaskan meliput acara setiap 20 tahunan ‘Nyambat Karuhun’ di sebuah dukuh bernama Kolong Mayit. Disebut Kolong Mayit karena rumah-rumahnya berbentuk panggung dan di bawah kolong rumah banyak kuburan leluhur yang turun-temurun dikuburkan di situ,” jelas Irham Acho Bahtiar.
“Nyambat Karuhun” adalah ritual untuk mensucikan kuburan agar arwah leluhur tidak keluar mengganggu. Namun, pelanggaran ritual memicu ancaman nyata yang tak pernah dibayangkan para kru.
Lebih lanjut, Acho menjelaskan bahwa film ini membawa genre horor dengan visi berbeda. “Biasanya pocong hanya menakut-nakuti secara tak kasat mata, tapi di sini pocong direvolusi menjadi lebih agresif, kuat, dan menyerang tanpa batas dengan cara brutal. Ini mengingatkan pada sosok zombie klasik yang dulu berjalan lambat, kini menjadi super cepat di beberapa film bertema zombie masa kini,” bebernya.
Produksi Serius dengan Efek Visual dan Suasana EksklusifFilm “Kolong Mayit” menjadi persembahan unik genre horor Indonesia dengan menampilkan beragam jenis hantu lokal multi-etnik yang dikemas dengan kearifan lokal. Pendekatan kreatif ini menghasilkan sosok pocong yang belum pernah dilihat sebelumnya, sekaligus menjadi tonggak sejarah eksplorasi tema zombie lokal.
“Totalitas pengerjaan film ini serius. Seluruh rumah kampung dibangun khusus selama enam bulan di kawasan hutan yang dibersihkan untuk menciptakan suasana kampung terisolir dengan atmosfer sepi,” jelas Acho dengan sumringah.
Untuk salah satu adegan, hampir 100 sosok pocong dimunculkan secara serempak, memerlukan persiapan makeup efek berjam-jam. Hal ini membuat “Kolong Mayit” bukan sekadar horor, tapi juga mengandung unsur aksi dengan adegan kekerasan eksplisit, sehingga Lembaga Sensor Film memberikan kategori usia 17 tahun ke atas.
Antisipasi Sensasi Mengejar dan Dikeroyok Ratusan PocongDengan konsep baru dan eksekusi serius, “Kolong Mayit” menjanjikan tontonan horor yang berbeda dan menghibur. Bagaimana rasanya dikejar dan dikeroyok ratusan pocong agresif? Saksikan hanya di “Kolong Mayit” yang akan segera tayang di bioskop tahun 2026.





