Komando Pusat Amerika Serikat (AS), atau CENTCOM, yang mengawasi operasi militer AS di Timur Tengah, menyatakan lebih dari 50.000 tentara dikerahkan dalam serangan gabungan AS-Israel terhadap Iran sejak Sabtu (28/2).
Komandan CENTCOM, Jenderal Brad Cooper, dalam pesan videonya, seperti dilansir kantor berita Turki, Anadolu Agency, Rabu (4/3/2026), mengatakan bahwa tak hanya puluhan ribu tentara, sebanyak 200 jet tempur dan dua kapal induk AS dikerahkan dalam operasi militer bernama "Operation Epic Fury" tersebut.
Cooper mengatakan bahwa operasi militer melawan Iran itu merupakan pengerahan militer terbesar AS di kawasan Timur Tengah dalam satu generasi.
Cooper menyebut bahwa pasukan AS-Israel telah menyerang hampir 2.000 target di berbagai wilayah Iran, dengan menggunakan lebih dari 2.000 amunisi sejak operasi militer itu dimulai pada akhir pekan.
Iran, sebut Cooper dalam pernyataannya, merespons dengan serangan balasan skala besar, dengan meluncurkan lebih dari 500 rudal balistik dan mengerahkan lebih dari 2.000 drone.
Namun Cooper menambahkan bahwa pasukan AS berhasil menghancurkan belasan kapal perang Iran.
"Kita juga menenggelamkan Angkatan Laut Iran, seluruh angkatan laut. Sejauh ini, kita telah menghancurkan 17 kapal Iran," ujarnya.
Meskipun ada pembalasan, Cooper menyebut kemampuan Iran untuk menyerang pasukan AS dan sekutu-sekutunya telah menurun seiring berlanjutnya operasi militer tersebut.
(nvc/ita)





