Penemuan seekor gajah Sumatera yang tewas tanpa kepala di areal konsesi PT RAPP Distrik Ukui, Desa Lubuk Kembang Bunga, Kecamatan Ukui, Kabupaten Pelalawan akhirnya terungkap. Gajah berusia sekitar 40 tahun tersebut ternyata dibunuh oleh sindikat perburuan satwa liar.
Gajah tersebut awalnya ditemukan oleh warga, pada Senin (2/2/2026), dengan kondisi wajah, belalai, dan kedua gadingnya hilang. Hasil nekropsi ditemukan adanya dua proyektil peluru pada tengkorak belakang yang mengindikasikan kuat bahwa hewan bernama latin elephas maximus Sumatranus ini mati karena dibunuh.
Setelah serangkaian penyelidikan ilmiah (scientific crime investigation), Polda Riau akhirnya menangkap eksekutor hingga penadah gading gajah Sumatera. Dari hasil penyelidikan panjang, total ada 15 tersangka ditangkap dan tiga lainnya dalam status daftar pencarian orang (DPO).
Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir menyampaikan bahwa pengungkapan kasus perburuan gajah liar yang dilakukan oleh Polda Riau merupakan wujud komitmen Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam melindungi alam dan satwa yang dilindungi.
"Kapolri selaku pimpinan Polri berkomitmen melindungi alam dan lingkungan hidup termasuk satwa liar yang dilindunginya di Indonesia. Perkara yang sedang ditangani oleh Polda Riau adalah salah satu wujud dan bukti konkret komitmen tersebut," kata Irjen Johnny Isir di Mapolda Riau, Pekanbaru, Selasa (3/3).
Johnny Isir mengungkap harapan Kapolri agar pengungkapan kasus pembunuhan gajah Sumatera ini menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh pihak dalam melindungi satwa dan tumbuhan liar yang dilindungi.
Sementara itu, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni menyampaikan apresiasi kepada Polri dan Polda Riau atas pengungkapan kasus ini. Raja Juli mengatakan bahwa gajah adalah satwa yang paling disayangi oleh Presiden Prabowo Subianto.
"Praktik brutal dan ilegal ini disayangkan masih terjadi. Di sisi lain, kita ketahui gajah Sumatera adalah satwa paling disayangi oleh Bapak Presiden Prabowo Subianto," kata Raja Juli, dalam konferensi pers di Mapolda Riau.
Pada kesempatan tersebut, Raja Juli juga memberikan penghargaan kepada Kapolda Riau Irjen Pol Herry Heryawan, Dirkrimsus Polda Riua Kombes Ade Kuncoro Wahyu, Dirkrimum Polda Riau KOmbes Hasyim Risahondua, dan Kapolres Pelalawan AKBP John Louis Letedara.
(mea/azh)





