Indonesia Dinilai Harus Pertegas Sikap Tanpa Keluar dari BoP

metrotvnews.com
6 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham, menilai Indonesia tidak serta-merta keluar dari Board of Peace (BoP) dalam menyikapi eskalasi di Timur Tengah. Dia menilai saat ini terpenting terkait sikap Indonesia.

"Pernyataan tegas tidak setuju atas penyerangan tersebut penting, sebagai peneguhan prinsip politik luar negeri kita. Namun, ketidaksepakatan itu tidak serta-merta harus dimaknai dengan keluar dari forum internasional," ujar Idrus melalui keterangan tertulis, Rabu, 4 Maret 2026.
 

Baca Juga :

Pakar: Perjanjian Dagang AS Kunci Indonesia Masuk Rantai Pasok Global

Idrus menyoroti desakan sejumlah pihak yang meminta Indonesia mundur dari forum BoP. Menurutnya, keluar dari forum internasional bukanlah solusi cerdas dalam diplomasi. 

Ketua Umum IKA UIN Alauddin Makassar itu menilai kehadiran Indonesia di BoP justru harus dimanfaatkan untuk menyuarakan sikap jernih dan berwibawa. Bukan sekadar menjadi penonton pasif.

“Kalau orientasinya penyelesaian secara diplomatik, maka cara-cara militer jelas bertolak belakang. Justru karena kita ada di dalam, kita bisa menunjukkan sikap tegas, menyatakan tidak setuju berdasarkan nilai dasar Dasasila Bandung, konstitusi, dan prinsip dasar politik luar negeri,” tegas Idrus.


Wakil Ketua Umum Partai Golkar, Idrus Marham. Foto: Metrotvnews.com/Fachri Audhia Hafiez.

Lebih lanjut, Idrus mendorong Presiden Prabowo Subianto untuk mengambil peran pelopor sebagai pemimpin dunia Islam dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina dan meredam eskalasi perang. Menurutnya, Indonesia memiliki modal besar sebagai negara muslim terbesar dan anggota G20 untuk menjadi mediator yang kredibel di tingkat global.

“Kita harus bebas dalam menentukan sikap, tetapi aktif memperjuangkan perdamaian dunia. Orientasi kita jelas, penyelesaian secara diplomatik. Perang hanya akan memperluas penderitaan dan menjauhkan cita-cita keadilan serta kemerdekaan,” kata Idrus.

Dia juga mengingatkan agar setiap langkah diplomasi tetap berpijak pada amanat Pembukaan UUD 1945 dan hukum internasional, termasuk Piagam PBB. Ia berharap Indonesia tetap menjadi jembatan perdamaian yang efektif di tengah benturan kepentingan blok-blok global.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Serangan Udara AS–Israel ke Iran Dorong Harga Minyak Melonjak, Saham Pariwisata Terpukul Hingga Penerbangan Kacau
• 15 jam laluerabaru.net
thumb
Bersaing dengan Jepang dan Korea, Bek Timnas Indonesia Kevin Diks Jadi Pemain Asia Tertajam di Bundesliga
• 8 jam laluharianfajar
thumb
Pelaku Pembunuh Karyawati BRI Link Di Luwu Ditangkap Polisi
• 4 jam lalukompas.tv
thumb
Timnas Iran Pilih Mundur dari Piala Dunia 2026 daripada Main di Amerika
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Pemerintah Imbau Tunda Keberangkatan Umrah, Keselamatan Jemaah Jadi Prioritas
• 17 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.