Fadia Kini Pakai Rompi Oranye KPK, Fairuz A Rafiq Meminta Keluarganya Tak Dikaitkan dengan Sang Kakak: Saya Enggak Paham

grid.id
2 jam lalu
Cover Berita
 

Grid.ID - Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, kini tengah disorot usai terjaring dalam operasi tangkap tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Sebagai adik, Fairuz A Rafiq meminta keluarganya tak dikaitkan dengan kasus yang tengah menjerat sang kakak.

Fadia Arafiq diamankan KPK pada Selasa (3/3/2026) dinihari dalam OTT. Fadia ditangkap oleh tim penindakan KPK di Semarang, Jawa Tengah.

Bupati Pekalongan itu ditangkap bersama beberapa orang lainnya, termasuk Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Pekalongan. Penangkapan ini diduga terkait dengan tindak pidana korupsi dalam pengadaan barang dan jasa, khususnya pengkondisian proyek outsourching di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pekalongan.

Pada Rabu (4/3/2026) hari ini, Fadia terlihat telah mengenakan rompi oranye tahanan KPK usai menjalani pemeriksaan intensif di Gedung Merah Putih, Jakarta. Sementara itu, Fairuz A Rafiq meminta keluarganya tak dikaitkan dengan kasus yang tengah menimpa sang kakak.

Melansir Tribunnewsbogor.com, Fairuz A Rafiq meminta privasi keluarganya dijaga usai sang kakak, Fadia Arafiq, terjaring operasi tangkap tangan (OTT) Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Fairuz meminta media tidak mengaitkan dirinya atau keluarganya secara langsung dalam kasus tersebut, mengingat dirinya pun mengaku belum sepenuhnya memahami duduk perkaranya.

"Biarkanlah keluarga saya fokus. Jangan dikait-kaitkan, yang saya aja tuh enggak paham dan enggak ngerti," pintanya saat ditemui di Depok, Jawa Barat, Selasa (3/3/2026).

Meski demikian, Fairuz A Rafiq tetap menyampaikan rasa terima kasihnya kepada insan media yang selama ini telah memberikan dukungan dan doa kepada dirinya beserta keluarga.

"Terima kasih buat teman-teman media yang sudah selalu mendukung kami, selalu mendoakan. Insyaallah ini adalah cara Allah menyayangi kami juga," ujarnya.

Sebagai informasi, Bupati Pekalongan Fadia Arafiq terjaring Operasi Tangkap Tangan (OTT) oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pada Selasa dini hari, 3 Maret 2026. Mengutip tribunnews.com, usai menjalani pemeriksaan maraton sejak Selasa (3/3/2026), Bupati Pekalongan, Fadia Arafiq, akhirnya keluar dari ruang pemeriksaan Gedung Merah Putih Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Jakarta Selatan, pada Rabu (4/3/2026) siang.

Pemandangan kontras terlihat dari sosok orang nomor satu di Kabupaten Pekalongan tersebut. Fadia Arafiq turun dari lantai dua dengan mengenakan rompi oranye khas tahanan KPK.

Kepalanya tampak tertunduk lesu, sementara wajahnya sengaja ditutupi rapat menggunakan sehelai selendang. Dengan pengawalan ketat dari dua petugas KPK dan seorang aparat kepolisian, Fadia digiring menuju mobil tahanan yang akan mengantarkannya ke rumah tahanan (rutan).

 

Meski telah mengenakan rompi tahanan, sebelum memasuki mobil, Fadia sempat memberikan pernyataan mengejutkan kepada awak media. Dengan nada tegas, ia membantah telah terjaring operasi tangkap tangan (OTT) dan menampik adanya penyitaan uang darinya.

"Saya tidak OTT, saya tidak ada barang apa pun yang diambil. Pada saat penangkapan atau mereka menggerebek ke rumah, saya sedang sama Pak Gubernur Jawa Tengah. Jadi saya tidak ada OTT apa pun, barang serupiah pun demi Allah nggak ada," ucap Fadia.

Ia menjelaskan bahwa pertemuannya dengan Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, saat itu adalah untuk membahas izin ketidakhadirannya dalam acara MBG. Terkait dugaan cawe-cawe atau campur tangan dalam proyek pengadaan barang dan jasa (PBJ) penyediaan tenaga outsourcing di lingkungan Pemkab Pekalongan yang menjeratnya, Fadia juga membantah keterlibatannya. Ia berdalih bahwa perusahaan yang mengikuti proyek tersebut bukanlah miliknya pribadi.

"Enggak, saya tidak ikut. Itu bukan punya saya, saya enggak pernah ikut. Itu perusahaan dari keluarga, bukan saya," kilahnya.

Di akhir keterangannya, Fadia mengaku kebingungan dengan status hukum yang disandangnya saat ini, terutama karena ia merasa tidak ada bukti uang yang disita dari dirinya maupun dari para kepala dinasnya.

"Makanya saya juga bingung, Mas. Saya enggak OTT kok, saya bingung. Mudah-mudahan semua... nanti siapa yang jahat akan dibalas oleh Allah," tuturnya.

Ia pun menegaskan akan segera berdiskusi dengan kuasa hukumnya untuk mempertimbangkan langkah hukum selanjutnya, termasuk opsi mengajukan gugatan praperadilan. "Biarin aja kita ikuti sajalah," ujarnya pasrah.

Sebelum terjun ke dunia politik, Fadia Arafiq dikenal sebagai penyanyi yang populer dengan lagu berjudul Cik Cik Bum Bum. Ia diketahui merupakan putri dari pedangdut legendaris A. Rafiq dan merupakan kakak dari artis Fairuz A Rafiq.

Sebelum ditangkap dalam OTT oleh KPK, Fadia menjabat sebagai Bupati Pekalongan periode 2021-2026. Sementara itu, Fairuz A Rafiq meminta keluarganya tak dikaitkan dengan kasus korupsi yang kini tengah menjerat sang kakak. (*)

 

Artikel Asli


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Fadia Arafiq Jadi Tersangka Korupsi Pengadaan Jasa Outsourcing di Pemkab Pekalongan, KPK: Padahal Sudah Diingatkan Pegawainya
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
PLN Tepis Isu Krisis Batu Bara, Ada 8 Perusahaan Pasok 87 Juta Ton
• 23 jam lalubisnis.com
thumb
Tauhid, Puasa Ramadhan, dan Kesehatan Gigi
• 13 jam lalurepublika.co.id
thumb
Pansel Umumkan 20 Nama Calon Komisioner OJK, Ada Friderica hingga Hasan Fawzi
• 20 jam lalubisnis.com
thumb
Dejan Antonic soal Ultimatum Manajemen: Cuma Tuhan yang Tentukan, Fokus Bawa Semen Padang Kalahkan PSIM
• 11 jam lalubola.com
Berhasil disimpan.