Muhammad Sadar Soroti Proyek Irigasi Lalengrie Bone Rp68 Miliar, Dinilai Belum Maksimal

terkini.id
1 jam lalu
Cover Berita

Terkini, Makassar – Anggota Komisi D DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Muhammad Sadar, melontarkan kritik tajam terhadap rencana lanjutan pembangunan irigasi Bendung dan Embung Lalengrie di Desa Ujung Lamuru, Kabupaten Bone.

Hal tersebut disampaikan legislator Fraksi NasDem itu dalam rapat kerja Komisi D bersama Dinas Sumber Daya Air Cipta Karya dan Tata Ruang (SDACKTR) Sulsel serta kontraktor pelaksana, di Kantor Sementara DPRD Sulsel, Rabu 4 Maret 2026.

Sadar menegaskan bahwa sebelum proyek kembali dianggarkan dalam skema multiyears, harus ada rekomendasi resmi dari tim ahli, khususnya hasil studi kelayakan dari Universitas Hasanuddin (Unhas).

“Kesepakatan rapat sebelumnya jelas, harus ada rekomendasi dari Unhas terkait studi kelayakan. Sampai sekarang belum ada hasilnya, tapi sudah dianggarkan lagi. Apakah ini layak diperbaiki atau tidak?” tegas Sadar.

Ketua fraksi NasDem Sulsel itu mengungkapkan, Komisi D sebelumnya telah melakukan kunjungan lapangan ke lokasi. Dari hasil peninjauan, proyek yang disebut menelan anggaran sekitar Rp68 miliar itu dinilai belum memberi manfaat optimal bagi masyarakat.

“Faktanya, tidak semua saluran yang dibangun dialiri air. Banyak yang tidak berfungsi maksimal. Artinya manfaatnya belum dirasakan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Sadar, penganggaran kembali proyek tanpa kajian kelayakan yang jelas berpotensi merugikan keuangan daerah. Ia mengingatkan agar APBD digunakan secara tepat dan benar-benar memberi dampak nyata.

“Kasihan APBD kita. Sudah dianggarkan besar sebelumnya, tapi manfaatnya tidak maksimal. Sekarang mau dianggarkan lagi tanpa ada kepastian kajian ahli,” katanya.

Untuk itu, Sadar meminta agar pengerjaan Bendung dan Embung Lalengrie untuk sementara waktu ditunda hingga rekomendasi resmi dari tim ahli diterbitkan.

“Saya minta tegas, proyek ini di-hold dulu sebelum ada rekomendasi ahli. Tidak boleh ada pengerjaan fisik sebelum perencanaan didasarkan pada hasil kajian yang jelas,” tandasnya.

Ia juga meminta agar hasil rekomendasi tersebut nantinya dibahas kembali bersama Komisi D dan pihak rekanan, guna memastikan seluruh tahapan perencanaan dan pelaksanaan proyek benar-benar sesuai kebutuhan serta memberikan manfaat bagi masyarakat.

Sadar berharap rekomendasi dari tim ahli segera diserahkan agar kejelasan proyek dapat ditentukan secara transparan dan akuntabel.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Prabowo bahas posisi RI di BoP usai serangan sepihak AS-Israel ke Iran
• 17 jam laluantaranews.com
thumb
Profil Mojtaba Khamenei yang Terpilih Menjadi Pimpinan Tertinggi Iran, Gantikan Ali Khamenei
• 3 jam laludisway.id
thumb
Ini Deretan Risiko yang Bikin Fitch Pangkas Outlook Indonesia Jadi Negatif
• 4 jam laluidxchannel.com
thumb
OJK Catat Kredit Perbankan Tumbuh 9,96 Persen pada Januari 2026 
• 22 jam lalurepublika.co.id
thumb
Coppa Italia: Tampil Dominan, Como Ditahan Inter Milan di Semifinal Leg 1
• 15 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.