REPUBLIKA.CO.ID, BANDUNG -- Pemerintah Provinsi Jawa Barat mengungkapkan 3.960 warga Jawa Barat yang bekerja sebagai pekerja migran Indonesia (PMI) di Timur Tengah sedang menunggu evakuasi. Mereka menyebut pendataan terhadap warga Jawa Barat di Timur Tengah masih berlangsung.
"Berdasarkan data yang dihimpun dinas tenaga kerja Jawa Barat pekerja migran Indonesia, 3.960 orang ada di Timur Tengah," ucap Kepala Dinas Komunikasi dan Informasi (Diskominfo) Jawa Barat Adi Komar, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga
Timur Tengah Bergejolak, SBMI: Banyak Warga Jabar jadi PMI di Sana
Pembunuh Bocah SD di Bandung Barat Ternyata Kakak Tiri, Begini Cara Pelaku Habisi Nyawa Adiknya
Gerhana di Bulan Ramadhan, Benarkah Tanda Munculnya Imam Mahdi?
Ia menuturkan pihaknya menunggu terkait kebijakan evakuasi yang akan dilakukan pemerintah pusat. Untuk saat ini, pihaknya akan mendata dan memastikan kondisi para PMI tersebut. "Kita mendata dan memastikan kondisi mereka di sana seperti apa," kata dia. Ia mengatakan pihaknya terus berkomunikasi dengan kedutaan di Timur Tengah dan keluarga PMI di Indonesia. .rec-desc {padding: 7px !important;} Seperti diketahui, Bank Indonesia (BI) menyatakan tengah mencermati dampak perang yang bergulir antara Iran dan AS-Israel yang belakangan ini pecah dan menghebohkan dunia. BI memastikan akan terus menjaga stabilitas nilai tukar rupiah dan bersinergi untuk mendorong pertumbuhan ekonomi di tengah gonjang-ganjing ketidakpastian global.