Ketegangan Memuncak: Korban Jiwa di Iran Tembus 1.145 Orang

suara.com
4 jam lalu
Cover Berita
Baca 10 detik
  • Serangan AS-Israel selama lima hari telah menewaskan lebih dari 1.145 warga Iran.
  • Trump mengancam akan mengerahkan militer untuk menembus blokade Iran di jalur minyak dunia.
  • Sistem pertahanan NATO di Mediterania mulai aktif mencegat serangan rudal balistik Iran.

Suara.com - Situasi di Timur Tengah semakin mencekam memasuki hari kelima eskalasi militer.

Laporan terbaru dari media pemerintah Iran, seperti dikutip Al Jazeera, mengonfirmasi bahwa jumlah korban tewas akibat serangan udara yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel telah melampaui angka 1.000 jiwa, tepatnya mencapai 1.145 orang.

Sementara itu, konflik yang kian meluas ini mulai menyeret kekuatan regional dan internasional ke dalam pusaran peperangan.

Di wilayah Mediterania Timur, Turki melaporkan bahwa sebuah rudal balistik yang ditembakkan dari Iran berhasil dihancurkan sebelum mencapai targetnya.

Penghancuran rudal tersebut dilakukan oleh sistem pertahanan udara dan rudal milik NATO yang bersiaga di kawasan tersebut.

Insiden ini menandai keterlibatan teknologi pertahanan lintas negara dalam meredam serangan jarak jauh Iran.

Donald Trump Ancam Kirim Angkatan Laut

Menanggapi keputusan sepihak Iran yang menyatakan penutupan Selat Hormuz, jalur air paling vital bagi pasokan minyak dunia, Presiden AS Donald Trump mengambil langkah tegas.

Trump menyatakan bahwa Amerika Serikat siap mengerahkan kekuatan Angkatan Laut (US Navy) untuk mengawal kapal-kapal tanker yang melintasi jalur tersebut.

Baca Juga: Benarkah Striker Iran Mehdi Taremi Angkat Senjata Lawan AS-Israel? Begini Faktanya

"Kami siap memastikan keamanan navigasi internasional," tegas Trump.

Namun, kebijakan agresif Trump ini tidak lepas dari kecaman di dalam negerinya sendiri. Para politisi dari Partai Demokrat melontarkan kritik keras terhadap pembenaran serangan yang digunakan pemerintah.

Mereka memperingatkan bahwa langkah ini bisa menjebak Amerika Serikat dalam serangan darat dan keterlibatan terbuka tanpa akhir yang jelas.

Kekhawatiran mengenai potensi perang berkepanjangan kini menghantui publik AS, di tengah bayang-bayang trauma operasi militer di masa lalu.

Situasi di lapangan terus berkembang dengan cepat, seiring meningkatnya angka korban dan pergeseran kekuatan militer di perbatasan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Respons Eskalasi Iran-Israel, Presiden Prabowo Tegaskan Indonesia Harus Siap Hadapi Segala Kemungkinan
• 16 jam lalutvonenews.com
thumb
Peringatan Keras: Harga Emas Ambruk 4% dalam Sehari, Masih Bisa Naik?
• 16 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Presiden Prabowo Gelar Silaturahmi dan Diskusi Bersama para Tokoh Bangsa
• 22 jam lalutvrinews.com
thumb
Pihak Ibu Tiri Sebut Ayah Nizam Kebal Hukum karena Dukungan Sosok Berpengaruh di Sukabumi
• 19 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Undang Ulama Bukber Besok di Tengah Konflik Iran-AS dan Penolakan Board of Peace
• 4 jam laluidxchannel.com
Berhasil disimpan.