FAJAR, JAKARTA — Taspen mengeluarkan peringatan resmi pada 3 Maret 2026 mengenai maraknya modus penipuan yang mengatasnamakan perusahaan tersebut, terutama menyasar peserta layanan keuangan dan pensiun. Dalam unggahan resminya di Instagram, Taspen menegaskan agar masyarakat tidak mudah percaya pada pesan atau panggilan mencurigakan yang dapat mengakibatkan kerugian finansial.
Modus Penipuan yang Kerap Terjadi
Beberapa pola penipuan yang sering dilaporkan antara lain permintaan pembaruan data melalui link asing, telepon yang mengaku pegawai Taspen dan meminta data pribadi, serta ajakan mengunduh aplikasi palsu. Taspen menegaskan bahwa pihaknya tidak pernah meminta data pribadi, transfer biaya, maupun mengirim link asing untuk verifikasi.
“Taspen tidak pernah meminta data pribadi, transfer biaya, atau mengirim link asing untuk verifikasi,” jelas Taspen dalam pernyataan resmi yang menegaskan bahwa permintaan informasi sensitif seperti NIK, nomor rekening, OTP, atau pembayaran dengan dalih layanan Taspen adalah indikasi penipuan.
Langkah Pencegahan yang Harus Dilakukan
Untuk melindungi diri dari penipuan digital, Taspen mengimbau masyarakat menerapkan prinsip “Tahan, Pastikan, Laporkan”. Pertama, tahan diri untuk tidak langsung percaya pada pesan atau panggilan mencurigakan. Kedua, pastikan keaslian informasi dengan melakukan verifikasi melalui kanal resmi Taspen. Ketiga, laporkan jika menemukan indikasi penipuan agar dapat ditindaklanjuti.
“TAHAN. PASTIKAN. LAPORKAN.”
Langkah sederhana ini bisa menyelamatkan Anda dari kerugian finansial yang tidak diinginkan, beber Taspen dalam unggahan tersebut.
Kanal Resmi untuk Verifikasi Informasi
Masyarakat diimbau untuk selalu mengecek informasi melalui kanal resmi Taspen, yaitu website resmi di taspen.co.id dan call center di nomor 1500 919. Semua informasi harus diakses hanya melalui jalur resmi perusahaan agar terhindar dari penipuan digital yang semakin canggih dan berbahaya.
Penipuan digital sering memanfaatkan kepanikan korban, kebocoran informasi pribadi, serta ketidaktahuan tentang prosedur resmi. Oleh sebab itu, kewaspadaan dan verifikasi menjadi kunci utama agar masyarakat tidak menjadi korban.
Unggahan resmi Taspen pada 3 Maret 2026 menjadi pengingat penting agar masyarakat selalu waspada terhadap penipuan yang mengatasnamakan perusahaan. Jika menerima pesan mencurigakan, jangan panik, jangan klik link asing, jangan berikan data pribadi, dan segera verifikasi ke kanal resmi.





