Hormati Nyepi, ASDP Hentikan Sementara Penyeberangan Lintas Jawa-Bali

detik.com
5 jam lalu
Cover Berita
Jakarta -

Transportasi nasional tidak hanya menghubungkan wilayah, tetapi juga berjalan selaras dengan nilai budaya dan kearifan lokal masyarakat. Menyambut pelaksanaan Hari Raya Nyepi di Pulau Bali, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) akan menghentikan sementara layanan penyeberangan di lintasan Jawa-Bali dan Lombok sebagai bentuk penghormatan terhadap hari suci umat Hindu.

Penyesuaian operasional tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengaturan transportasi nasional guna menjaga ketertiban serta menghormati pelaksanaan Catur Brata Penyepian di Pulau Bali.

Penghentian sementara operasional ini dilaksanakan berdasarkan surat pengaturan operasional penyeberangan dari Kementerian Perhubungan RI (Kemenhub) melalui Direktorat Jenderal (Ditjen) Perhubungan Darat yang mengatur penyesuaian layanan transportasi penyeberangan pada saat Hari Raya Nyepi.

Operasional penyeberangan dihentikan sementara di Pelabuhan Ketapang mulai 18 Maret pukul 17.00 WIB hingga 20 Maret pukul 06.00 WIB, di Pelabuhan Gilimanuk pada 19 Maret pukul 05.00 WITA hingga 20 Maret pukul 06.00 WITA, di Pelabuhan Lembar pada 18 Maret pukul 21.00 WITA hingga 20 Maret pukul 01.30 WITA, serta di Pelabuhan Padangbai pada 19 Maret pukul 04.00 WITA hingga 20 Maret pukul 11.30 WITA.

Dirjen Perhubungan Darat Kemenhub Aan Suhanan menyampaikan kebijakan penyesuaian operasional ini juga dilakukan karena momentum Nyepi berdekatan dengan periode Angkutan Lebaran 2026 yang diperkirakan mengalami lonjakan mobilitas masyarakat.

Pemerintah telah menyiapkan sejumlah skema pengaturan lalu lintas untuk mengantisipasi pergerakan pada periode 13-29 Maret. Pengaturan tersebut meliputi optimalisasi Dermaga MB dan LCM di lintasan Ketapang-Gilimanuk, serta pengoperasian rute alternatif Pelabuhan Tanjung Wangi-Pelabuhan Gilimas dan Pelabuhan Jangkar-Pelabuhan Lembar.

"Langkah ini bertujuan untuk mendistribusikan arus kendaraan agar tetap lancar, aman, dan terkendali selama periode puncak mudik," ujar Aan, dalam keterangan tertulis, Rabu (4/3/2026).

Selain pengalihan kendaraan, pemerintah juga menetapkan kebijakan delaying system melalui titik buffer zone di jalur tol maupun non-tol serta pengaturan geofencing dengan radius 2,65 kilometer dari Pelabuhan Ketapang dan 2 kilometer dari Pelabuhan Gilimanuk.

Optimalkan Layanan

Sejalan dengan kebijakan tersebut, ASDP memastikan kesiapan layanan penyeberangan tetap optimal untuk menghadapi periode Angkutan Lebaran.

Direktur Utama (Dirut) ASDP Heru Widodo menegaskan pihaknya terus memperkuat kesiapan operasional guna menjaga keselamatan dan kelancaran perjalanan masyarakat.

"Kami berkomitmen untuk selalu menempatkan keselamatan pengguna jasa sebagai prioritas utama. Berbagai langkah antisipatif terus kami lakukan agar layanan penyeberangan tetap andal dan mampu memberikan rasa aman bagi masyarakat," ujar Heru.

Dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem yang masih mungkin terjadi pada periode mudik, ASDP juga terus berkoordinasi dengan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika RI (BMKG).

Berdasarkan prediksi BMKG, potensi hujan dengan intensitas tinggi masih perlu diwaspadai di sejumlah wilayah, termasuk Jawa, Bali, Nusa Tenggara hingga Papua Pegunungan.

Selain itu, pada periode Maret-April diperkirakan terjadi gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian sekitar 1,25 hingga 2,5 meter di perairan selatan Jawa sampai Nusa Tenggara Timur (NTT).

Sebagai langkah mitigasi, ASDP menyiagakan kapal tugboat untuk membantu manuver kapal saat menghadapi angin kencang dan arus kuat. Di lintasan Ketapang-Gilimanuk, jumlah kapal yang beroperasi juga ditingkatkan dari 28 hingga 32 unit guna memperkuat kapasitas layanan serta menjaga kelancaran arus kendaraan dan penumpang selama periode trafik tinggi.

Pada Angkutan Lebaran 2026, mobilitas masyarakat diproyeksikan meningkat signifikan. Secara nasional, ASDP memperkirakan total pergerakan mencapai sekitar 5,8 juta penumpang dan 1,4 juta kendaraan.

Khusus lintasan Jawa menuju Bali, jumlah penumpang diprediksi tumbuh sekitar 10% dan kendaraan meningkat 9,3% dibandingkan periode sebelumnya.

Sementara arus sebaliknya dari Bali menuju Jawa juga diproyeksikan meningkat dengan pertumbuhan sekitar 9,5% pada penumpang dan 8,7% pada kendaraan.

Corporate Secretary ASDP Windy Andale menjelaskan untuk mendukung kelancaran operasional tersebut, pihaknya bersama pemangku kepentingan menyiapkan 350 personel di Pelabuhan Ketapang dan 250 personel di Pelabuhan Gilimanuk yang akan disiagakan di pelabuhan, buffer zone, serta titik krusial lainnya.

Windy juga mengimbau masyarakat untuk merencanakan perjalanan lebih awal dengan membeli tiket melalui platform resmi Ferizy yang sudah dapat dipesan sejak H-60 sebelum keberangkatan.

"Hindari pembelian tiket melalui calo dan pastikan data diri diisi sesuai identitas agar proses perjalanan berjalan lancar," ujar Windy.

Melalui Ferizy, pengguna jasa juga mendapatkan fleksibilitas perjalanan, termasuk fasilitas refund dengan potongan 25% serta reschedule dengan potongan 10 persen dari harga tiket, sehingga masyarakat dapat menyesuaikan rencana perjalanan sesuai kondisi cuaca.

Dengan kesiapan operasional yang diperkuat serta dukungan digitalisasi layanan, ASDP berkomitmen menghadirkan perjalanan penyeberangan yang aman, tertib, dan nyaman bagi masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026.




(akn/ega)

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Emas Antam Hari Ini Anjlok Rp77 Ribu, Jadi Rp3.045.000 per Gram
• 15 jam laluidxchannel.com
thumb
BRI Super League: Dewa United Keok dari Bhayangkara FC, Ivar Jenner Janji Bangkit saat Ketemu Persija
• 12 jam lalubola.com
thumb
Dapat Pesan dari Israel, Presiden RI Ini Beri Balasan Begini
• 23 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Ada Timnas Indonesia? 2 Negara Calon Pengganti Iran di Piala Dunia 2026 Perlahan-lahan Diungkap FIFA
• 12 jam lalutvonenews.com
thumb
Profil PT Karya Wijaya, Perusahaan Milik Gubernur Maluku Utara Sherly Tjoanda yang Diduga Terlibat Kasus Tambang Ilegal
• 11 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.