Selepas waktu dzuhur, satu per satu warga mulai tiba. Ada yang datang bersama-sama dengan angkot, ada yang diantar keluarga menggunakan sepeda motor. Wajah-wajah kebahagiaan terpancar saat mereka tiba karena beberapa saat lagi mereka akan menerima zakat mal di Masjid Muhammad Cheng Hoo, Surabaya, Jawa Timur, Rabu (4/3/2026). Hari itu sekitar 3.000 warga dari tiga kecamatan di Surabaya akan mendapat zakat mal.
Di lapangan masjid, karpet-karpet telah digelar sebagai tempat duduk warga. ”Duduk yang tertib bapak-bapak ibu-ibu. Jika tertib, pembagian zakat akan cepat,” ujar panitia lewat pengeras suara berkali-kali. Sebelum menerima zakat, warga akan mendaftar ulang melalui verifikasi KTP terlebih dahulu untuk mendapatkan kupon. Kupon inilah yang akan ditukarkan dengan zakat mal berupa uang Rp 500.000.
Setelah mendengar sambutan, pembagian zakat dimulai. Warga yang telah menunggu berjam-jam menyambut dengan tepuk tangan. Pembagian zakat mal di Masjid Cheng Hoo merupakan agenda rutin setiap Ramadhan. Tahun ini, jumlah penerima zakat yang disalurkan mengalami peningkatan signifikan dari tahun lalu. Jika sebelumnya sekitar 16.000 warga penerima manfaat, kini jumlahnya melonjak menjadi 32.000 orang dengan total dana mencapai Rp 16 miliar.
Untuk mengantisipasi kepadatan, panitia membagi proses distribusi dalam 12 sesi selama 12 hari. Pembagian pertama dilakukan pada Minggu lalu. Setiap harinya, sekitar 3.000 penerima mendapatkan jadwal sesuai jam undangan agar tidak terjadi penumpukan massa.
Pembagian zakat dimulai dari ibu-ibu dan anak-anak kemudian dilanjutkan dengan penerima pria. Panitia yang bertugas tidak henti-hentinya mengatur agar tidak terjadi kekacauan dalam pengambilan.
Salah satu warga penerima zakat adalah Tuminah (74). Dengan kondisi susah berjalan, Tuminah harus didampingi saat berada dalam antrean khusus para lansia.
Setelah tiba giliran mendapatkan uang, Tuminah tersenyum semringah. ”Alhamdulillah, masih dapat zakat mal. Uang ini akan saya gunakan berobat,” ujar Tuminah, yang merupakan penyintas penyakit stroke. Petugas yang membantu menyuruh Tuminah segera menyimpan uangnya baik-baik agar tidak hilang.
Sementara itu, warga lainnya, Riana (63), tampak bersemangat setelah menerima uang. ”Lumayan sekali ini. Uangnya mau saya pakai untuk beli baju Lebaran cucu, biar mereka senang,” ujar Riana. Setelah menerima uang, warga diminta segera meninggalkan lokasi oleh panitia agar tempat yang ada bisa digunakan oleh warga lainnya yang masih tertahan di luar masjid.
Hari itu ribuan warga bergembira. Dari Rp 500.000 yang diterima, beragam rencana telah disiapkan guna menyambut Lebaran.





