FAJAR, MAKASSAR — Masa depan pelatih kepala Tomas Trucha bersama PSM Makassar masih berada dalam ketidakpastian. Manajemen klub hingga kini belum mengambil keputusan final terkait nasib juru taktik asal Republik Ceko tersebut.
Performa Juku Eja sepanjang Super League 2025/2026 menjadi alasan utama evaluasi menyeluruh dilakukan. Trucha sebelumnya ditarget membawa PSM finis di lima besar klasemen, namun realitas di lapangan justru jauh dari harapan.
Alih-alih bersaing di papan atas, klub kebanggaan masyarakat Sulawesi Selatan itu kini terjebak di papan bawah dan harus berjuang menghindari ancaman degradasi.
Sejak kedatangan pelatih berusia 54 tahun tersebut, posisi PSM tak mengalami peningkatan signifikan. Saat pertama menangani tim, PSM berada di peringkat ke-14. Setelah melewati 15 pertandingan, Pasukan Ramang hanya naik satu tingkat ke posisi ke-13 dengan koleksi 23 poin.
Jarak mereka hanya terpaut lima poin dari PSBS Biak yang berada di batas atas zona degradasi.
Dari 15 pertandingan, Trucha hanya mampu mengumpulkan 14 poin hasil dari empat kemenangan, dua hasil imbang, dan sembilan kekalahan. Catatan tersebut semakin diperburuk dengan tren negatif tim yang puasa kemenangan dalam tujuh laga, termasuk lima kekalahan beruntun.
Teranyar, PSM kembali tumbang 2-4 dari Persita Tangerang di Stadion BJ Habibie, Parepare, Senin (2/3/2026), hasil yang semakin menggoyahkan kursi kepelatihannya.
Keputusan Ditentukan Setelah Evaluasi
Manajer PSM, Muhammad Nur Fajrin, mengungkapkan manajemen masih melakukan pertimbangan matang sebelum mengambil keputusan.
Menurutnya, evaluasi intensif telah dilakukan dalam dua hari terakhir dengan melibatkan berbagai stakeholder klub.
“Hasilnya akan kami umumkan, mungkin besok malam paling lambat akan disampaikan,” ujarnya.
Manajemen juga mempertimbangkan fokus tim menghadapi laga terdekat melawan Malut United di Stadion Kie Raha, Ternate, Sabtu (7/3/2026). Pertandingan tersebut disebut-sebut menjadi momentum krusial bagi kelanjutan posisi Trucha.
Target Berubah: Bertahan di Liga Jadi Prioritas
Dengan kondisi klasemen saat ini, manajemen PSM realistis melepas target lima besar. PSM yang berada di posisi ke-13 dengan 23 poin tertinggal 16 angka dari Persebaya Surabaya di peringkat kelima yang mengoleksi 39 poin, sementara kompetisi hanya menyisakan 10 pertandingan.
Fajrin menegaskan fokus utama kini adalah memastikan PSM tetap bertahan di kasta tertinggi musim depan.
Dari 10 laga tersisa, PSM akan menjalani lima pertandingan kandang dan lima laga tandang. Manajemen menargetkan status aman dari degradasi sudah bisa dikunci pada April mendatang.
“Targetnya kita adalah di bulan April itu sudah bisa mengamankan satu slot di Super League tahun depan,” tegasnya.
Ia juga menekankan tim tidak lagi melihat posisi lawan di klasemen, melainkan fokus meraih poin di setiap pertandingan.
Target Minimal 41 Poin
Manajemen menetapkan target realistis yakni mengumpulkan minimal 41 poin untuk memastikan keselamatan dari degradasi. Angka tersebut mengacu pada data klasemen liga sejak 2017 hingga musim 2024/2025, di mana rata-rata tim yang terdegradasi hanya mengoleksi 35–37 poin.
Pengamat sepak bola Toni Hon menilai langkah realistis menjadi pilihan paling rasional bagi PSM saat ini.
“Jangan pikir yang lain-lain lagi, target realistis bagaimana tidak degradasi,” ujarnya.





