Akademisi Berpendapat Tidak Ada yang Dapat Yakinkan Iran Kembali ke Meja Perundingan: Lukanya Dalam

kompas.tv
2 jam lalu
Cover Berita
Dosen Hubungan Internasional Binus University, Tia Mariatul Qibtiyah, dalam Breaking News Kompas TV, Rabu (4/3/2026) (Sumber: Tangkapan layar Kompas TV)

JAKARTA, KOMPAS.TV - Dosen Hubungan Internasional Binus University, Tia Mariatul Qibtiyah berpendapat tidak ada yang dapat meyakinkan Iran untuk kembali melakukan perundingan dan mengakhiri perang dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

Tia menyampaikan pendapat tersebut dalam dialog pada Breaking News Kompas TV, Rabu (4/3/2026), menjawab pertanyaan siapa yang dapat meyakinkan Iran untuk kembali melakukan perundingan.

“Tidak ada. Tidak ada. Satu-satunya yang bisa men-stop perang ini adalah Trump sendiri. Netanyahu memulai, Trump mendukung,” kata dia.

Menurutnya, jika pihak AS maupun Israel berambisi untk memperpanjang perang, maka konflik pun akan berkepanjangan.

Baca Juga: AS-Israel Serang Iran, Pengamat Militer Connie Dorong RI Keluar dari BoP

Sebab, Iran merupakan Bangsa Persia yang mentalnya bukan untuk berhenti atau menyerah. Selain itu, kematian pimpinan tertinggi mereka juga merupakan kematian pimpinan tertinggi mazhab Syiah.

“Karena Iran adalah bangsa Persia yang saya pikir bukan mentalnya untuk berhenti, apalagi pimpinan tertingginya. Ini bukan masalah pimpinan tertinggi negara saja, tapi ini sudah menyakut pimpinan tertinggi mazhab Syiah, begitu ya,” tegasnya.

“Jadi pimpinan tertinggi agama mereka, Muslim Syiah mereka, pimpinan tertinggi negara mereka itu dibunuh,” lanjutnya.

Oleh sebab itu, ia meyakini tidak akan ada yang dapat meyakinkan Iran untuk kembali ke meja perundingan, karena luka Iran begitu dalam.

“Jadi artinya bagaimana bisa meyakinkan Iran? Jika pertanyaannya adalah siapa yang bisa meyakinkan Iran? Tidak ada saat ini. Luka Iran sangat begitu dalam, dalam posisi ini,” tuturnya.

“Jadi memang harus dicari strategi bagaimana konflik ini segera berakhir karena efeknya akan ke kita. Sangat kena ke kita,” tegasnya.

Saat ditanya mengenai siapa yang dapat menekan Presiden Amerika Serikat, Donald Trump untuk menghentikan invasi, Tia menyebut, saat ini ambisi Trump bahkan didukung oleh negara aliansinya.

Penulis : Kurniawan Eka Mulyana Editor : Gading-Persada

1
2
Show All

Sumber : Kompas TV

Tag
  • konflik iran
  • perang amerika iran
  • perang israel iran
  • iran
  • tia mariatul qibtiyah
Selengkapnya


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Cara Pesan Tukar Uang Baru Lebaran 2026 via Aplikasi PINTAR, Simak Langkahnya!
• 6 jam lalumedcom.id
thumb
Penyesuain Pola Penyaluran MBG di SMK Tridharma Gorontalo Selama Ramadan
• 23 jam lalutvrinews.com
thumb
Bupati Pekalongan Bantah Ada OTT dan Klaim Sedang Bersama Gubernur Jateng
• 8 jam lalujpnn.com
thumb
Ganjar Siswo Pramono Dituntut 5 Tahun 6 Bulan Penjara dalam Perkara Suap Proyek Infrastruktur Surabaya
• 8 jam lalurealita.co
thumb
Tolak Pangkalannya Digunakan untuk Serang Iran, Trump Ancam Tarif ke Spanyol
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.