Ketua MPR RI, Ahmad Muzani, menyatakan Indonesia bisa keluar dari keanggotaan Board of Peace (BoP) kapan saja, sepanjang diputuskan melalui kesepakatan bersama.
Saat ditanya mengenai posisi Indonesia di BoP, Muzani menegaskan bahwa forum tersebut dibentuk untuk mendorong percepatan kemerdekaan Palestina.
"BoP adalah bagian dari upaya untuk mempercepat proses kemerdekaan Palestina dan pembangunan, rekonstruksi, rehabilitasi Palestina. Dan itu tujuan utama dibentuknya BoP," ujarnya di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta Pusat, Rabu (4/3).
Ia mengakui, perkembangan konflik yang melibatkan Iran turut menjadi perhatian pemerintah.
"Nah cuma kemudian ada persoalan Iran ini saya kira itu yang juga beliau tadi malam menyampaikan pandangan itu lebih jelas lagi," katanya.
Menanggapi pertanyaan apakah posisi Indonesia di BoP akan dievaluasi ulang, mengingat negara penggagasnya kini terlibat dalam penyerangan, Muzani menegaskan bahwa keputusan keluar atau tetap bergabung berada di tangan pemerintah. Keputusan itu bisa dilakukan kapan saja.
"Bagi Indonesia masuk dan keluar BoP adalah sesuatu yang, yang sesuatu yang bisa saja terjadi seperti beberapa kali disebutkan oleh presiden. Kita bisa saja kapan saja bisa keluar tetapi sekali lagi itu harus atas kesepakatan bersama-sama," tandasnya.





