JAKARTA, KOMPAS.TV — Di tengah meningkatnya eskalasi konflik antara Iran dengan Amerika Serikat dan Israel, para analis menilai Teheran tidak hanya mengandalkan kekuatan militer langsung, tetapi juga menjalankan strategi yang lebih kompleks untuk menghadapi tekanan lawan.
Dosen Ilmu Politik Universitas Udayana, Efata Filomeno Borromeo menyebut pendekatan Iran dalam konflik saat ini sebagai “strategi cumi-cumi”.
Ojitu taktik yang menyebarkan tekanan ke berbagai arah untuk membingungkan lawan dan mengurangi dampak serangan langsung.
“Ketika tubuh besarnya sulit bergerak karena dihajar, cumi-cumi biasanya mengeluarkan tinta pekat ke segala arah dan akhirnya membingungkan musuh yang ada,” kata Efata dalam diskusi di program Kompas Petang, Rabu (4/3/2026).
Baca Juga: AS-Israel Serang Iran, Pengamat Militer Connie Dorong RI Keluar dari BoP
Menurutnya, analogi tersebut dapat menggambarkan cara Iran merespons tekanan militer dari Amerika Serikat dan Israel yang dalam beberapa waktu terakhir melancarkan berbagai serangan ke wilayah Iran.
Efata menilai Iran berupaya menyebarkan tekanan ke berbagai titik konflik di kawasan Timur Tengah agar lawannya tidak dapat fokus pada satu medan pertempuran saja.
Strategi ini terlihat dari pola serangan balasan Iran yang menyasar berbagai target di kawasan Teluk serta peningkatan aktivitas militer di sejumlah wilayah yang berkaitan dengan kepentingan Amerika Serikat dan sekutunya.
Dengan menyebarkan tekanan tersebut, Iran dinilai mencoba memperluas ruang manuvernya sekaligus menguji ketahanan lawan dalam menghadapi konflik berkepanjangan.
Perang Belum Memiliki Akhir yang JelasEfata menilai konflik yang terjadi saat ini masih jauh dari titik akhir.
Menurutnya, arah dan hasil perang belum dapat diprediksi karena melibatkan banyak aktor dan kepentingan geopolitik yang kompleks.
“Naskahnya dan endingnya itu memang belum terlihat,” ujarnya.
Baca Juga: Iran Hantam Puluhan Target di Teluk, Pakar Sebut AS Kini Kesulitan Logistik
Situasi ini membuat konflik berpotensi berkembang menjadi lebih luas, terutama jika negara-negara lain ikut terseret dalam dinamika perang yang sedang berlangsung.
Salah satu opsi strategis yang dapat dimainkan Iran adalah Selat Hormuz, jalur pelayaran yang menjadi salah satu arteri utama perdagangan minyak dunia.
Penulis : Rizky L Pratama Editor : Deni-Muliya
Sumber : Kompas TV
- strategi cumi cumi Iran
- strategi perang Iran
- perang Iran Israel
- konflik Iran Amerika Serikat
- Selat Hormuz Iran
- geopolitik Timur Tengah





