Lagi Tren! Tembak-tembak Jeli Perlu Arena Resmi di Makassar

harianfajar
8 jam lalu
Cover Berita

MAKASSAR, FAJAR — Tembak-tembakan mainan berpeluru jeli viral di Makassar. Perlu arena resmi untuk mencegah remaja bermain di jalan.

Aktivitas tren ini dinilai bukan sekadar persoalan kenakalan remaja, tetapi juga sinyal minimnya ruang penyaluran hobi bagi generasi muda. Hal ini yang membuat sulit terkontrol.

Ketua Komisi D DPRD Makassar, Ari Ashari Ilham, menilai antusiasme anak muda terhadap permainan taktis seperti o-mega atau paintball seharusnya dibaca sebagai peluang, bukan semata ancaman.

“Memang dibutuhkan ruang-ruang pemuda untuk diberikan tempat melampiaskan hobinya,” ujarnya, kepada FAJAR, Rabu, 4 Maret 2026.

Pemerintah Kota perlu melihat fenomena ini secara lebih luas. Ketika ruang ekspresi tidak tersedia, maka aktivitas serupa berpotensi dilakukan di ruang publik seperti jalan raya yang berisiko tinggi dan mengganggu ketertiban.

Sebelumnya pernah ada arena paintball yang cukup diminati. Model seperti itu bisa kembali dihidupkan atau bahkan dikembangkan dengan konsep yang lebih modern dan profesional. Tak hanya mengandalkan pemerintah, sektor swasta bisa terlibat.

Penyediaan arena resmi dapat menjadi ladang usaha baru di bidang olahraga rekreasi dan hiburan taktis. “Ini bisa jadi peluang bagi Pemerintah Kota untuk mencari investor yang mau bergelut di bidang itu,” katanya.

Dengan skema kemitraan atau investasi murni dari swasta, penyewaan tempat perang-perangan seperti paintball atau o-mega dapat dikelola secara profesional, dilengkapi standar keamanan, perlengkapan pelindung, hingga sistem pengawasan yang jelas. Selain menciptakan rasa aman, model ini juga berpotensi membuka lapangan kerja baru.

Jika dikelola dengan baik dan terstruktur, hobi tersebut bukan tidak mungkin melahirkan bibit atlet menembak atau atlet olahraga taktis lainnya di masa depan.

Pembinaan yang tepat bisa mengarahkan minat anak muda menjadi prestasi, bukan sekadar tren sesaat di media sosial. Pembangunan kota tidak boleh hanya berorientasi pada infrastruktur fisik semata, tetapi juga perlu memperhatikan kebutuhan ruang sosial dan rekreasi generasi muda.

Aktivitas yang saat ini viral memang menimbulkan kekhawatiran. Sejumlah video menunjukkan aksi tersebut dilakukan di jalan raya bahkan di atas sepeda motor yang sedang melaju, sehingga berpotensi membahayakan pelaku maupun pengguna jalan lain.

“Memang perlu keterlibatan semua elemen, baik Pemerintah Kota, APH, maupun masyarakat,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya peran RT/RW dalam melakukan pengawasan dan edukasi di lingkungan masing-masing. Pencegahan dari lingkup terkecil dinilai lebih efektif agar aktivitas serupa tidak berkembang menjadi gangguan ketertiban umum.

“Kalau bisa dicegah dari lingkup terkecil di RT/RW, tidak akan menyebar ke luar,” katanya.

Komisi D berharap ke depan tersedia arena resmi, baik dikelola pemerintah maupun swasta, sehingga hobi tembak-tembakan dapat disalurkan secara aman, teratur, dan tidak lagi dilakukan di jalan raya.

Dengan pendekatan tersebut, potensi bahaya bisa ditekan, peluang lahirnya atlet dapat dibuka, sementara ruang ekonomi baru bagi swasta juga ikut tumbuh. (an/zuk)


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Kapolri Ungkap Upaya Presiden Prabowo Selesaikan Konflik Global
• 13 jam laluokezone.com
thumb
Alasan Hakim Bebaskan Eks Dirut JakTV-Advokat di Kasus Perintangan Perkara
• 20 jam lalukumparan.com
thumb
Remaja Tewas Tertembak Polisi, Kapolrestabes Makassar: Ini Kelalaian Anggota Kami
• 2 jam lalukompas.tv
thumb
Berakhir 0-0, Semen Padang Gagal Kalahkan 10 Pemain PSIM
• 9 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Hanung Bramantyo Sempat Takut Garap Remake Film Children of Heaven, Bongkar Trauma Film Anak di Industri Perfilman
• 14 jam lalugrid.id
Berhasil disimpan.