BEKASI, DISWAY.ID -- Rumah korban perampokan di Bekasi, Jawa Barat, Ermanto Usman, diketahui tidak terdapat kamera pengintai CCTV.
Pihak keluarga, UD, menyebut lingkungan rumah yang terletak di Perumahan Prima Lingkar Asri, Kelurahan Jatibening, Kecamatan Pondok Gede, Kota Bekasi itu dinilai aman.
Disebut aman lantaran kawasan ini merupakan lingkungan klaster, di mana akses keluar masuk hanya satu pintu dan itu juga dijaga oleh petugas keamanan sekuriti.
BACA JUGA:Janggalnya Kematian Ermanto Usman di Bekasi Penuh Misteri, Keluarga Korban: Dua Mobil Masih Ada
"Kalau bicara aman, ini kan sistem klaster. Pintu keluar-masuknya cuma satu, tersentral di depan," kata DU di Bekasi pada Selasa, 3 Maret 2026.
Selain tidak adanya CCTV, rumah ketua aktivis serikat pekerja Jakarta International Container Terminal (JICT) itu disebut tidak dilindungi teralis pada bagian jendela.
UD menyebut, area ini menjadi celah bagi para pelaku ketika menerobos masuk ke dalam rumah Ermanto. Menurutnya temuan ini perlu segera dievaluasi pasca kejadian yang menimpa korban.
Bahkan ia melihat lingkungan sekitar, rata-rata rumah di klaster tersebut tidak memiliki pagar besi maupun teralis jendela. Warga selama ini menggantungkan keamanan pada sistem satu gerbang utama.
BACA JUGA:Ermanto Usman Dikenal sebagai Aktivis yang Vokal Membela Serikat Pekerja, Tewas dalam Perampokan di Bekasi
"Kita tidak tahu ya soal tingkat keamanannya. Rata-rata rumah di sini memang tidak pakai teralis, karena merasa sudah ada satu pintu akses itu," terang dia.
Kesaksian Tetangga KorbanKasus ini semakin rumit karena tidak adanya CCTV untuk memperkuat bukti apakah tragedi ini merupakan aksi perampokan atau jauh lebih buruk, yakni indikasinya mengarah ke pembunuhan.
Tetangga korban, Samuel Pasaribu menegaskan tidak semua rumah di lingkungan tersebut tidak dilengkapi oleh CCTV. Kalau pun ada, CCTV tidak menyorot langsung ke arah jalan dekat rumah korban.
BACA JUGA:Profil dan Daftar Petinggi JICT, Eks Perusahaan Tempat Ermanto Usman Bekerja Korban Perampokan di Bekasi
"Ga ada, ga ada," ucap Samuel saat ditemui pewarta di lokasi pada Senin, 2 Maret 2026.
Lebih lanjut Samuel menduga para pelaku melarikan diri melalui akses belakang rumah yang langsung terhubung ke jalan inspeksi Kalimalang.
- 1
- 2
- »





