Spesialis Jambret Ibu-Ibu di Batam Ditangkap

tvrinews.com
3 jam lalu
Cover Berita

Penulis: Ridzky Kurniawan

TVRINews, Batam

Aksi penjambretan yang menyasar ibu-ibu pengguna perhiasan emas di Batam akhirnya terungkap. Seorang pria berinisial MED, warga Sumatera Selatan, ditangkap aparat kepolisian di kampung halamannya di Musi Banyuasin.

Ia diduga sebagai pelaku spesialis jambret yang selama setahun terakhir meresahkan warga. Penangkapan MED diumumkan pada Selasa, 3 Maret 2026.

Ia dibekuk oleh jajaran Polresta Barelang setelah serangkaian penyelidikan dan pengembangan kasus.

Kasat Reskrim Polresta Barelang, Kompol Debby Tri Andrestian, mengungkapkan bahwa tersangka bukan warga Batam dan sengaja datang ke kota tersebut untuk melakukan aksi kejahatan.

"Pelaku bukan warga Batam. Ia datang dari Sumatera Selatan dengan tujuan melakukan penjambretan," ujar Debby, dikutip Rabu, 4 Maret 2026.

Terekam CCTV, Korban Terjatuh

Salah satu aksi pelaku terekam kamera pengawas milik warga di kawasan Kampung Tua Bengkong Laut, Batam. Dalam rekaman CCTV tersebut, terlihat seorang ibu terjatuh dari sepeda motor setelah pelaku menarik paksa perhiasan emas yang dikenakannya. Tarikan mendadak membuat korban kehilangan keseimbangan dan tersungkur di jalan.

Dari hasil pemeriksaan, MED tercatat telah lima kali beraksi di wilayah Batam dalam kurun waktu satu tahun terakhir. Seluruh korbannya merupakan ibu-ibu yang mengenakan perhiasan emas.

"Dari hasil pemeriksaan, tersangka sudah lima kali melakukan aksi penjambretan di wilayah Batam dalam satu tahun terakhir. Targetnya ibu-ibu yang memakai perhiasan emas," ucapnya.

Modus Pantau dan Tarik Paksa

Polisi mengungkapkan, modus pelaku terbilang sistematis. Berdasarkan rekaman kamera pengawas di sejumlah tempat kejadian perkara, pelaku lebih dulu memantau lokasi untuk mencari target yang dianggap lengah.

Setelah menemukan sasaran, ia langsung mendekat dan menarik kalung atau perhiasan emas yang dikenakan korban, lalu melarikan diri.

"Pelaku memantau situasi lebih dulu. Kalau melihat korban lengah dan memakai perhiasan, langsung didekati dan ditarik secara paksa, kemudian kabur," jelasnya.

Pada aksi terakhirnya, penjambretan bahkan menimbulkan korban luka. Seorang ibu yang sedang berboncengan dengan anaknya menjadi sasaran. Akibat tarikan paksa tersebut, keduanya terjatuh dari sepeda motor dan mengalami luka-luka.

"Pada kejadian terakhir, korban terjatuh bersama anaknya dan mengalami luka. Ini yang membuat kami bergerak cepat melakukan pengejaran," terangnya.

Pola Lintas Daerah

Dari hasil penyidikan, terungkap pelaku menjalankan pola kejahatan lintas daerah. Setiap selesai beraksi, MED kembali ke Musi Banyuasin untuk menjual hasil jambretannya. Setelah uang hasil penjualan habis, ia kembali lagi ke Batam untuk mencari korban baru.

"Setiap selesai beraksi, pelaku pulang ke kampung halamannya di Musi Banyuasin untuk menjual hasil jambretan. Jika uangnya habis, ia kembali lagi ke Batam," ungkapnya.

Saat ini, polisi masih mendalami kemungkinan adanya korban lain serta menelusuri jaringan penjualan hasil kejahatan tersebut. Aparat juga mengimbau masyarakat, khususnya ibu-ibu, agar lebih waspada saat mengenakan perhiasan mencolok di tempat umum.

Editor: Redaktur TVRINews

Komentar
1000 Karakter tersisa
Kirim
Komentar

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
OJK Minta Lembaga Jasa Keuangan Perketat Pengawasan Dampak Konflik Iran-AS dan Israel terhadap Stabilitas Keuangan
• 21 jam lalupantau.com
thumb
BeauPicks: 5 Skincare Wajib Punya Agar Kulit Tetap Segar dan Lembap Selama Ramadan
• 17 jam lalubeautynesia.id
thumb
Stabilitas Harga Pangan Jelang Lebaran Mesti Terjaga
• 3 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Menkomdigi Sidak Kantor Meta, Desak Buka Transparansi Algoritma
• 6 jam lalukumparan.com
thumb
Pemulihan Pascabencana, TNI dan Warga Aceh Kompak Bangun Jembatan Gantung
• 5 jam lalumetrotvnews.com
Berhasil disimpan.