Bisnis.com, JAKARTA — Empat direksi PT Astra International Tbk. (ASII) terpantau kompak menambah porsi kepemilikan saham mereka di perusahaan raksasa otomotif ini dengan total nilai transaksi mencapai Rp21,44 miliar.
Berdasarkan keterbukaan informasi di Bursa Efek Indonesia (BEI), empat orang direksi yang melaporkan penambahan unit dengan tujuan investasi adalah FXL Kesuma, Gidion Hasan, Thomas Junaidi Alim, dan Gita Tiffani.
Berdasarkan perhitungan, total dana yang digelontorkan oleh keempat direksi tersebut mencapai Rp21,44 miliar. Angka ini berasal dari akumulasi pembelian sebanyak 3,26 juta lembar saham sepanjang 27 Februari hingga 2 Maret 2026.
FXL Kesuma mencatatkan nilai transaksi paling jumbo dengan merogoh kocek sebesar Rp10,5 miliar. Dana tersebut digunakan untuk menyerok 1,6 juta saham melalui dua tahap pembelian di level harga Rp6.550 hingga Rp6.600 per lembar.
Setelah transaksi tersebut, porsi kepemilikan FXL Kesuma di ASII meningkat dari semula 2,2 juta unit (0,0054%) menjadi 3,8 juta unit saham (0,0094%).
Langkah serupa diikuti Gidion Hasan yang menyerap 700.000 lembar saham pada 27 Februari 2026. Dengan harga pelaksanaan Rp6.631 per saham, Gidion mengeluarkan dana pribadi sekitar Rp4,64 miliar untuk transaksi tersebut.
Baca Juga
- KSEI Buka Data Kepemilikan Saham di Atas 1%, Cek Kepemilikan ASII dan Telkomsel di GOTO
- Direktur Astra International Gidion Hasan Borong 700.000 Saham ASII
- Rapor Kinerja Grup Astra 2025: Laba ASII & UNTR Lesu, AALI hingga AUTO Melaju
Kini, Gidion mendekap 6,76 juta unit saham ASII atau setara 0,0167%. Penambahan ini mempertegas posisinya sebagai salah satu pemegang saham dari jajaran direksi dengan jumlah koleksi terbesar.
Selanjutnya, Gita Tiffani melaporkan pembelian sebanyak 500.000 lembar saham ASII di harga Rp6.613 per saham. Untuk menambah koleksinya, Gita mengeluarkan dana investasi sebesar Rp3,30 miliar.
Alhasil, kepemilikan saham Gita naik dari 2,31 juta unit menjadi 2,81 juta unit saham (0,007%). Seluruh transaksi ini dilaporkan menggunakan skema pembelian tidak langsung melalui skema pasar reguler.
Terakhir, Thomas Junaidi Alim W terpantau menyerok 462.400 lembar saham ASII di harga Rp6.475 per saham pada 2 Maret 2026. Nilai transaksi yang dikeluarkan Thomas mencapai Rp2,99 miliar.
Dalam perkembangan lain, ASII tercatat merealisasikan pembelian kembali (buyback) saham senilai Rp684,97 miliar dalam periode 19 Januari hingga 25 Februari 2026. Aksi korporasi ini menjadi bagian dari strategi perseroan menjaga stabilitas harga saham di tengah kondisi pasar yang berfluktuasi.
Berdasarkan laporan hasil pembelian kembali saham tertanggal 25 Februari 2026, ASII telah menyerap sebanyak 104.850.800 lembar saham dengan total nilai Rp684.972.984.388. Nilai tersebut setara 34,24% dari alokasi maksimal dana buyback sebesar Rp2 triliun yang sebelumnya diumumkan perseroan.
Corporate Secretary ASII Gita Tiffani Boer mengatakan realisasi tersebut merupakan bagian dari program pembelian kembali saham yang telah disampaikan melalui keterbukaan informasi pada 15 Januari 2026.
“Selama Periode Pembelian Kembali Saham, Perseroan telah melakukan Pembelian Kembali Saham sebanyak 104.850.800 lembar saham dengan nilai keseluruhan Rp684.972.984.388,” ujar Gita dalam keterangan resminya.
Sebelumnya, manajemen ASII mengalokasikan dana maksimal Rp2 triliun untuk buyback. Jumlah saham yang dibeli kembali tidak melebihi 20% dari modal ditempatkan dan disetor perseroan, serta porsi saham free float setelah buyback tetap paling sedikit 7,5% dari modal ditempatkan dan disetor.
--
Disclaimer: Berita ini tidak bertujuan mengajak membeli atau menjual saham. Keputusan investasi sepenuhnya ada di tangan pembaca. Bisnis.com tidak bertanggung jawab atas kerugian atau keuntungan yang timbul dari keputusan investasi pembaca.





