Pemasok Senjata Canggih AS Diserbu, Karyawan Kompak Bilang Begini

cnbcindonesia.com
20 jam lalu
Cover Berita
Foto: Seorang agen federal memegang senjata pengendali massa, menyusul insiden di mana mobil seorang warga sipil ditabrak oleh agen Imigrasi dan Bea Cukai AS (ICE), setelah seorang agen ICE menembak mati Renee Nicole Good, di Minneapolis, Minnesota, AS, 12 Januari 2026. (REUTERS/Tim Evans)

Jakarta, CNBC Indonesia - Sejumlah pegawai di beberapa perusahaan teknologi yakni Google, OpenAI dan perusahaan sejenis, merilis surat terbuka berjudul "Kami Tidak akan Terpecah Belah". Surat itu bertujuan menghentikan keterlibatan perusahaan tempat mereka bekerja dengan militer Amerika Serikat (AS).

Surat terbuka tersebut dirilis setelah serangan AS dan Israel ke Iran akhir pekan lalu. Pentagon juga memasukkan model AI Anthropic dalam daftar hitam, karena menolak tool AI-nya digunakan untuk menciptakan senjata otonom dan memata-matai masyarakat AS.


Hampir 900 tandatangan terkumpul di surat tersebut, 100 dari OpenAI dan hampir 800 dari Google. Surat itu ditunjukkan kepada Departemen Pertahanan/Perang (DoW). Mereka satu suara dengan Anthropic, menolak mengizinkan teknologi perusahaan digunakan untuk pengawasan massal atau senjata otonom.

"Mereka mencoba memecah belah tiap perusahaan karena takut perusahaan lain menyerah," tulis surat itu dikutip dari CNBC Internasional, Rabu (4/3/2026).

"Strategi itu berhasil hanya saat kita tidak tahu posisi perusahaan lain. Surat ini bertujuan menciptakan pemahaman bersama dan solidaritas dalam menghadapi Departemen Pertahanan," tertera dalam surat itu.

Reaksi ini muncul juga gara-gara ketegangan di sektor teknologi selama beberapa bulan terakhir. Termasuk peningkatan agresivitas agen imigrasi federal, khususnya pada pembunuhan dua warga negara AS di Minnesota awal tahun ini.

Pilihan Redaksi
  • Pencarian Imam Mahdi Viral di Google Saat Perang Meletus di Iran
  • Perang Timteng Menggila, Trump Kena Batunya Setelah AS Serang Iran
  • Cara Cek Lokasi Orang dengan Mudah Pakai WhatsApp dan Google

Menurut Google, reaksi negatif terbaru juga muncul saat adanya laporan negosiasi dengan Pentagon. Pembicaraan terkait memasukkan AI Gemini ke dalam sistem rahasia.

Koalisi yang mengkritik kesepakatan komputasi awan pemerintah AS dan raksasa teknologi bernama No Tech for Apartheid telah merilis pernyataan bersamaan berjudul 'Amazon, Google, Microsoft Harus Menolak Tuntutan Pentagon'.

Kelompok itu menekankan ketiga raksasa teknologi untuk menolak persyaratan Departemen Pertahanan untuk adanya pengawasan massal atau penyalahgunaan AI lain. Mereka juga menyerukan kejelasan terkait kontrak militer dan lembaga-lembaga lain, termasuk Departemen Keamanan Dalam Negeri dan Imigrasi serta Penegakan Bea Cukai.

Mereka juga merujuk perjanjian dengan pemerintah akan seperti Grok milik xAI yang berada di lingkungan rahasia tanpa pengamanan apapun.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Dukung Transformasi Cloud ke AI, Data Center "Wajib" Punya Ini

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tangis Ribuan Warga Hadiri Pemakaman Massal Ratusan Siswi SD di Iran yang Tewas Akibat Serangan AS-Israel
• 7 jam lalubeautynesia.id
thumb
Dirudal Amerika Serikat, Mantan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad Dikabarkan Masih Hidup
• 8 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Mayoritas Siswa Jakarta Tak Habiskan MBG, Komisi IX: Perlu Ada Prioritas Sekolah Agar Tepat Sasaran
• 1 jam laluliputan6.com
thumb
Pertamina Kerahkan 345 Kapal untuk Distribusikan BBM hingga LPG Periode Lebaran
• 3 jam lalukumparan.com
thumb
Korban Jeffrey Epstein Dapat Ganti Rugi Rp550 Miliar
• 5 jam lalusuara.com
Berhasil disimpan.