Serangan yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada Sabtu (28/2) disebut sebagai insiden paling mematikan dalam perang AS-Israel melawan Iran. Serangan udara AS dan Israel menghantam sekolah dasar perempuan di kota Minab, Provinsi Hormogzan, Iran selatan dan mengakibatkan sedikitnya 165 orang tewas, dengan mayoritas korban adalah anak-anak. Video yang beredar menunjukkan bahwa setidaknya setengah dari bangunan dua lantai sekolah dasar Shajareh Tayyebeh tersebut hancur akibat ledakan.
Ribuan pelayat memadati jalanan di kota Iran pada Selasa (3/3) selama pemakaman para korban. Isak tangis dari keluarga mengiringi jenazah para korban menuju tempat peristirahatan terakhir.
Dilansir dari The New York Times, sebelum upacara pemakaman, para pekerja menggali barisan kuburan di sebuah pemakaman sekitar lima mil dari sekolah dasar, menurut rekaman video yang diverifikasi oleh The Times. Peti mati para korban dihujani dengan kelopak mawar hingga permen. Foto-foto para korban hingga bendera Iran juga terlihat saat proses pemakaman.
Serangan terhadap sekolah Shajarah Tayyebeh adalah salah satu dari dua serangan yang tampaknya menargetkan sekolah. Serangan lain tampaknya menargetkan Sekolah Menengah Atas Hedayat di ibu kota Iran, Teheran, dekat Lapangan ke-72 di distrik Narmak, menurut media lokal dan kelompok hak asasi manusia. Dua siswa tewas dalam serangan itu, menurut Kantor Berita Aktivis Hak Asasi Manusia yang berbasis di AS, yang berfokus pada Iran.
Sebagai informasi, menyerang sekolah, rumah sakit, atau bangunan sipil lainnya secara sengaja merupakan kejahatan perang, dan serangan tanpa pandang bulu juga melanggar hukum internasional, Beauties. Bahkan jika sekolah digunakan untuk tujuan militer, hukum mengharuskan pihak bersenjata untuk menghindari atau meminimalkan kerugian terhadap warga sipil dan infrastruktur sipil, menurut Komite Internasional Palang Merah.
Kantor PBB tentang hak-hak anak mengatakan dalam sebuah pernyataan, dilansir dari The Guardian, bahwa komite prihatin dengan laporan serangan terhadap infrastruktur sipil, termasuk sekolah dan rumah sakit, yang telah melukai dan membuat trauma anak-anak, dan merenggut banyak nyawa anak muda. Anak-anak harus dilindungi dari perang, tambah komite tersebut.
Baik pemerintah Israel maupun AS belum secara langsung menanggapi serangan terhadap sekolah tersebut. Namun, Komando Pusat AS mengatakan pada Sabtu (28/2) bahwa mereka "menyadari laporan mengenai korban sipil" dan "sedang menyelidikinya." Sementara itu, Marco Rubio, Menteri Luar Negeri AS, mengatakan pada Senin (2/3) bahwa pasukan AS "tidak akan sengaja menargetkan sekolah".
***
Mau jadi bagian dari Buzznesia Community di mana kamu bisa ikutan berbagai online dan offline event seru yang diadakan oleh Buzznesia/Beautynesia? Komunitas ini terbuka untuk umum, baik perempuan dan juga laki-laki, kami juga memiliki komunitas khusus untuk kamu yang masih berstatus mahasiswa/mahasiswi. Yuk, gabung ke Buzznesia Community. Caranya DAFTAR DI SINI!
- Aktivis Beri Kesaksian Greta Thunberg dan Ratusan Aktivis Flotilla Lainnya Disiksa Israel
- Momen Zohran Mamdani Sebut Israel Lakukan Genosida di Hadapan Donald Trump
- Lantang Bela Palestina, Penulis Sally Rooney Sebut Bukunya Mungkin Tidak Akan Dijual Lagi di Inggris





