JAKARTA, KOMPAS.com - Presiden RI Prabowo Subianto mengirimkan surat belasungkawa atas wafatnya Pemimpin Tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei.
Surat itu diberikan Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono dalam pertemuan dengan Duta Besar Republik Islam Iran, Mohammad Boroujerdi, pada Rabu (4/3/2026) hari ini.
Momen pertemuan itu diunggah Sugiono lewat akun X, @Menlu_RI pada hari yang sama.
"Saya juga menyampaikan surat dari Presiden @prabowo kepada Presiden Masoud Pezeshkian yang menyampaikan belasungkawa terdalam atas wafatnya Yang Mulia Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran," kata Sugiono dalam unggahannya.
Baca juga: Dubes Iran Respons Niatan Prabowo: Tak Ada Mediasi dengan AS yang Berguna
Dalam pertemuan dengan Dubes Boroujerdi, Sugiono mengatakan banyak membahas soal situasi di Timur Tengah.
"Kami membahas situasi yang berkembang pesat di Timur Tengah," ujar Sugiono.
Selain itu, Sugiono juga menekankan pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional serta piagam Persatuan Bangsa-Bangsa (PBB).
"Saya menggarisbawahi pentingnya penghormatan terhadap hukum internasional dan Piagam PBB, serta kebutuhan mendesak untuk mencegah eskalasi lebih lanjut melalui diplomasi," kata Sugiono.
Baca juga: Dubes Iran: Kami Siap Melawan, Lebih Siap dari Perang 12 Hari
Secara terpisah, Sugiono mengatakan ungkapan duka bisa disampaikan lewat platform apa saja, termasuk surat.
Dia menyebut surat yang diberikan juga bersifat resmi.
"Ya kan kita menyampaikan rasa duka itu bisa lewat apa aja ya. Bisa lewat media apa aja ya. Saya kira ya media surat, surat lebih resmi ya," terangnya.
Ali Khamenei tewas dalam serangan koalisi AS-IsraelDiberitakan sebelumnya, Ali Khamenei meninggal dunia dalam serangan gabungan AS-Israel pada Sabtu (28/2/2026).
Istri, putri, menantu, dan cucu Khamenei juga turut menjadi korban serangan itu.
Citra satelit dari Airbus Defence and Space memperlihatkan bangunan utama di kompleks tersebut dalam kondisi hancur total.
Menyusul kematian Khamenei, Iran menyatakan 40 hari masa berkabung nasional.
Khamenei dijadwalkan akan dimakamkan di kota kelahirannya, Mashhad, di timur laut Iran.
Iran juga akan menggelar upacara pemakaman kenegaraan selama tiga hari untuk pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei.
Upacara itu akan berlangsung mulai Rabu (4/3/2026) pukul 22.00 waktu setempat.
"Mulai pukul 22.00, umat Islam dapat memberikan penghormatan terakhir kepada jenazah pemimpin bangsa yang gugur sebagai syahid, dengan mengunjungi masjid agung Imam Khomenei di Teheran," bunyi pernyataan Dewan Koordinasi Pembangunan Islam, dikutip dari IRNA.
KOMPAS.com berkomitmen memberikan fakta jernih, tepercaya, dan berimbang. Dukung keberlanjutan jurnalisme jernih dan nikmati kenyamanan baca tanpa iklan melalui Membership. Gabung KOMPAS.com Plus sekarang




