Sugiono Sesalkan Gagalnya Perundingan Jenewa Sebelum Serangan Israel-AS ke Iran

kumparan.com
9 jam lalu
Cover Berita

Menteri Luar Negeri RI, Sugiono, menyampaikan penyesalannya atas gagalnya perundingan Jenewa, antara Amerika Serikat (AS)-Iran, sebelum serangan gabungan Israel-AS terjadi. Penyesalan ini diiringi dengan sikap luar negeri Indonesia, yang terus mendorong de-eskalasi konflik dan penyelesaian konflik melalui dialog.

"Kita menginginkan ada de-eskalasi. Kemudian situasi mereda, ya kan. Dan juga kita sudah sampaikan bahwa, kita menyesali gagalnya perundingan yang kemudian menyebabkan situasi yang terjadi," kata Sugiono di Hotel Fairmont, Jakarta Pusat, Rabu (4/3).

Sugiono menekankan pentingnya penghormatan terhadap prinsip-prinsip dasar dalam hubungan internasional, terutama terkait kedaulatan dan integritas wilayah suatu negara.

"Tetapi tetap saja, kita menekankan kembali pentingnya semua negara itu menghormati prinsip-prinsip kedaulatan dan integritas wilayah negara-negara lain," tegasnya.

Ia juga menyerukan agar seluruh pihak yang terlibat dapat menahan diri guna mencegah situasi semakin memburuk.

"Kemudian, semua pihak kita berharap bisa menahan diri," katanya.

Dalam kesempatan tersebut, Sugiono mengungkapkan bahwa Presiden RI Prabowo Subianto telah menyatakan kesediaannya untuk berperan sebagai mediator apabila kedua belah pihak yang berkonflik sepakat.

"Dan Presiden sendiri sudah menyampaikan, apa namanya, keinginan beliau, menawarkan kesediaan beliau untuk menjadi mediator jika kedua belah pihak menyepakati dan menyetujui ya," pungkasnya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Harga Minyak WTI Naik Tipis, Pasar Cermati Dampak Konflik Iran dan Selat Hormuz
• 4 menit laluidxchannel.com
thumb
Satria Muda pimpin IBL 2026 setelah kalahkan Satya Wacana 97-59
• 7 jam laluantaranews.com
thumb
Saat Trotoar di Duren Sawit Dikuasai Motor Para Kurir
• 1 jam lalukompas.com
thumb
Pasien Kronis Masuk Kategori Disabilitas, Layanan Tambahan Perlu Diberikan
• 17 jam lalukompas.id
thumb
Harga Emas Antam Hari Ini (4/3) Turun Tajam, Dibanderol Rp3,04 Juta per Gram
• 21 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.