Tiga Tahun di Indonesia, Fabio Lefundes Akhirnya Puji Wasit Super League

republika.co.id
4 jam lalu
Cover Berita

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Pelatih Borneo FC Samarinda Fabio Lefundes melontarkan apresiasi langka yang mengejutkan banyak pihak usai timnya bermain imbang 2-2 melawan Persija Jakarta di Jakarta International Stadium (JIS), Selasa (4/3/2026) malam. Lefundes memuji kinerja wasit yang memimpin laga tersebut, sesuatu yang jarang ia lakukan selama tiga tahun berkarier di Indonesia.

"Ini pertama kalinya dalam tiga tahun saya di Indonesia, kami dipimpin oleh wasit yang tidak terpengaruh oleh tekanan suporter. Dia fokus pada tugasnya," ujar pelatih asal Brasil itu dalam konferensi pers usai pertandingan.

Baca Juga
  • Rizky Ridho Sayangkan Persija Kembali Buang Poin di Kandang
  • Sudah Gagal Menang Lawan Borneo, Pelatih Persija Kini Kehilangan Sejumlah Pemain Kontra Dewa United
  • Persija Jakarta Ditahan Borneo FC, Mauricio Keluhkan Kontrol Permainan

Pernyataan tersebut menjadi sorotan karena Lefundes dikenal sebagai pelatih yang kerap kritis terhadap kepemimpinan wasit di Liga 1. Pada Februari 2026, misalnya, ia sempat menyatakan ketidakpuasannya terhadap wasit meski Borneo FC memenangkan pertandingan.

Kali ini, suasana berbeda. Wasit Agung Setiyawan dinilai tampil tegas, profesional, dan tidak tergoyahkan oleh tekanan puluhan ribu suporter tuan rumah.

.rec-desc {padding: 7px !important;}

Apresiasi Lefundes bukan hanya tertuju pada wasit. Ia juga memuji atmosfer yang diciptakan The Jakmania, yang disebutnya sebagai "pesta yang luar biasa".

Namun, ia tetap menyampaikan saran konstruktif kepada suporter kebanggaan Jakarta itu. Menurutnya, energi besar The Jakmania akan jauh lebih efektif bila diarahkan untuk memompa semangat pemain Persija, bukan untuk mengintimidasi tim lawan.

"Saran saya untuk The Jakmania, daripada menekan lawan, lebih baik tingkatkan moral dan kepercayaan diri pemain Persija. Itu akan membuat lawan lebih sulit," tutur Lefundes.

Ia juga mengungkapkan bahwa Borneo FC justru menikmati tekanan dari atmosfer JIS yang riuh. Lefundes menyebut pemain-pemainnya merasa "kesepian" saat bertanding di stadion yang sepi penonton, seperti saat menghadapi Dewa United dan Bhayangkara FC.

"Pemain besar justru menginginkan tekanan. Pemain kecil yang lari dari tekanan," tegasnya

Hasil imbang ini menambah satu poin berharga bagi Borneo FC dalam perburuan gelar BRI Super League 2025/2026.

.img-follow{width: 22px !important;margin-right: 5px;margin-top: 1px;margin-left: 7px;margin-bottom:4px}
Ikuti Whatsapp Channel Republika
.img-follow {width: 36px !important;margin-right: 5px;margin-top: -10px;margin-left: -18px;margin-bottom: 4px;float: left;} .wa-channel{background: #03e677;color: #FFF !important;height: 35px;display: block;width: 59%;padding-left: 5px;border-radius: 3px;margin: 0 auto;padding-top: 9px;font-weight: bold;font-size: 1.2em;}
Advertisement

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Mitratel dan AALTO HAPS Kembangkan Konektivitas Stratospace
• 10 jam lalukatadata.co.id
thumb
Longsor Lubang Raksasa di Semarang Dekati Permukiman, BPBD Pasang Early Warning System
• 3 jam lalukompas.tv
thumb
Link Live Streaming BRI Super League: Semen Padang Vs PSIM Yogyakarta
• 6 jam lalubola.com
thumb
Persiapan Mudik Lebaran 2026, Puluhan Bus di Kudus Jalani Servis dan Tes Jalan
• 7 jam lalukumparan.com
thumb
Profil Jaqueline Cristian: Lawan Janice Tjen di Babak Pertama Paribas Open
• 16 jam lalukumparan.com
Berhasil disimpan.