jpnn.com, JAKARTA - Analis kebijakan publik dan politik nasional, Nasky Putra Tandjung, resmi meluncurkan buku terbarunya berjudul Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi Untuk Masyarakat pada Rabu (4/3/2026).
Buku ini secara khusus membedah rekam jejak Jenderal Drs. Listyo Sigit Prabowo dalam memimpin institusi Polri bagi kedaulatan NKRI.
BACA JUGA: Rilis Buku How to Prosper Like Emperors, Rezza Anggara Bedah Logika Imperial Feng Shui untuk Bisnis Modern
Acara peluncuran yang dirangkaikan dengan diskusi dan buka puasa bersama ini digelar di Dandia Coffee, Jakarta Selatan.
Agenda tersebut menghadirkan Ketua PB HMI periode 2023-2025, Andi Kurniawan, serta penulis buku Indonesia Emas, Denni Wahyudi, sebagai narasumber.
BACA JUGA: Leon Koil Rilis Buku Dapur Rock Nâ Roll: Di Antara Musik dan Masak
Dalam sambutannya, Nasky Putra Tandjung menjelaskan bahwa buku ini merupakan upaya untuk menghadirkan pembacaan jernih mengenai arah transformasi Polri di bawah komando Jenderal Listyo Sigit Prabowo.
Menurutnya, Polri bukan sekadar institusi teknis penegak hukum, melainkan pilar utama kedaulatan negara.
BACA JUGA: Kawal Amanat Warga Jakarta, KPU Bakal Rilis Buku Janji Kampanye Pramono-Rano
"Melalui buku ini, saya mengajak seluruh anak bangsa memahami arah transformasi Polri Presisi dalam mendukung agenda pembangunan nasional, termasuk menyongsong visi Indonesia Emas 2045," ujar Nasky, yang juga menjabat sebagai Ketua Indonesia Youth Epicentrum.
Nasky menambahkan bahwa di bawah kepemimpinan nasional Presiden Prabowo Subianto dengan visi Asta Cita, Polri dituntut menjadi institusi yang modern, terbuka, dan adaptif. Paradigma Presisi (Prediktif, Responsibilitas, dan Transparansi Berkeadilan) dinilai bukan sekadar proyek administratif, melainkan wujud nyata kehadiran negara di tengah rakyat.
"Stabilitas keamanan bukan tujuan akhir, melainkan prasyarat mutlak bagi terwujudnya keadilan sosial. Di sinilah Polri Presisi diuji untuk benar-benar adil dalam fungsinya," tegas Alumnus INDEF School Of Political Economy tersebut.
Senada dengan hal itu, Ketua PB HMI, Andi Kurniawan, memberikan apresiasi tinggi atas terbitnya buku ini. Ia menilai karya tersebut sebagai literatur kebijakan publik yang penting untuk memahami dinamika reformasi kepolisian secara objektif.
"Buku ini menjadi pengingat bahwa kekuatan institusi negara terletak pada kepercayaan rakyat. Kepercayaan itu hanya bisa diraih melalui kerja nyata yang berlandaskan hukum dan keadilan," tutur Andi.
Kegiatan ini berlangsung dinamis dengan kehadiran ratusan peserta dari berbagai elemen, mulai dari organisasi kepemudaan (OKP), mahasiswa, organisasi kemasyarakatan, hingga komunitas ojek online (ojol).
Buku ini diharapkan dapat memperkaya literasi publik dan memperkuat optimisme masyarakat terhadap institusi kepolisian yang profesional dan humanis.(ray/jpnn)
Redaktur & Reporter : Budianto Hutahaean




