Perang Iran Meluas, Raksasa Amerika Kompak Tutup Kantor

cnbcindonesia.com
17 jam lalu
Cover Berita
Foto: Potret tamu hotel bintang dubai terpaksa tidur di parkiran. (Tangkapan Layar Sosial Media)

Jakarta, CNBC Indonesia - Konflik bersenjata di Timur Tengah kian meluas setelah serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran memicu balasan di kawasan tersebut.

Dampaknya tidak hanya dirasakan sektor pertahanan dan energi, tetapi juga langsung menghantam operasional raksasa teknologi asal Amerika Serikat.


Sejumlah perusahaan teknologi global seperti Nvidia, Amazon, dan induk Google, Alphabet, kompak mengambil langkah menutup kantor serta memberlakukan kerja jarak jauh bagi karyawan di kawasan Timur Tengah.

CEO Nvidia Jensen Huang dalam memo internal menyatakan kantor Nvidia di Dubai ditutup sementara dan seluruh karyawan diminta bekerja dari rumah.

Tim manajemen krisis perusahaan disebut bekerja 24 jam untuk memastikan keselamatan pegawai, termasuk sekitar 6.000 karyawan yang berbasis di Israel.

Israel sendiri merupakan basis riset dan pengembangan terbesar Nvidia di luar AS, terutama setelah akuisisi Mellanox pada 2019 senilai US$7,13 miliar.

Gangguan transportasi udara menjadi dampak langsung eskalasi konflik. Lebih dari 11.000 penerbangan di Timur Tengah dibatalkan sejak akhir pekan, menurut data Cirium.

Sementara itu, puluhan karyawan Google dilaporkan terdampar di Dubai usai menghadiri konferensi penjualan unit cloud perusahaan. Dubai selama ini menjadi hub utama operasional cloud dan penjualan Google untuk kawasan Timur Tengah dan Afrika Utara.

Pilihan Redaksi
  • Perang Timteng Chaos, China Langsung Tutup Bisnis di Negara Arab
  • Bank-bank AS Keluarkan Peringatan Darurat Serangan Balas Dendam Iran

Perusahaan menyatakan situasi berkembang cepat dan fokus utama adalah keselamatan serta kesejahteraan karyawan di kawasan tersebut, demikian dikutip dari CNBC International, Rabu (4/3/2026).

Pusat Data Amazon Diserang Drone

Sementara itu, Amazon menghadapi dampak lebih serius. Dua pusat data di Uni Emirat Arab dilaporkan terkena serangan drone secara langsung, sementara satu fasilitas di Bahrain mengalami kerusakan akibat serangan di sekitarnya.

Kerusakan struktural, gangguan listrik, serta dampak air membuat fasilitas tersebut belum bisa beroperasi.

Sejumlah layanan Amazon Web Services (AWS), termasuk server virtual dan database, masih mengalami gangguan. AWS bahkan mendorong pelanggan untuk mencadangkan data dan mempertimbangkan migrasi beban kerja ke wilayah lain.

Amazon kini mewajibkan seluruh karyawan korporat di Timur Tengah untuk bekerja dari jarak jauh dan mengikuti arahan pemerintah setempat.

Konflik yang meluas ini menunjukkan bagaimana Timur Tengah telah menjadi simpul penting industri teknologi global. Dubai dan Tel Aviv bukan sekadar kantor cabang, tetapi pusat cloud, riset AI, hingga infrastruktur data berskala internasional.

Dengan situasi keamanan yang dinilai tidak dapat diprediksi, perusahaan-perusahaan teknologi AS kini bersiap menghadapi risiko operasional yang lebih luas, mulai dari gangguan rantai pasok digital hingga potensi relokasi infrastruktur strategis.


(fab/fab) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Trump Nyerah, China Siap Borong Chip Amerika

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Dokter Ungkap Penyebab "Korengan" di Leher Trump
• 21 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
DPR Didesak Rampungkan RUU PPRT Tahun Ini
• 2 jam lalukatadata.co.id
thumb
Pertamina Patra Niaga Siagakan 345 Kapal Selama Ramadan Idulfitri 2026
• 3 jam lalubisnis.com
thumb
Menhut Pastikan Koridor Gajah di Riau Segera Tersambung
• 15 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Studi Ungkap Diet Oatmeal 48 Jam Bisa Tekan Kolesterol Berminggu-minggu, Ini Penjelasannya
• 20 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.