CELEBESMEDIA.ID, Makassar - Presiden Indonesia, Prabowo Subianto mengirimkan surat belasungkawa atas wafatnya pemimpin tertinggi Iran Ayatollah Ali Khamenei yang gugur dalam serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel.
Pernyataan duka diserahkan ke Menteri Luar Negeri RI, Sugiono untuk disampaikan ke Duta Besar Iran untuk Indonesia, Mohammad Boroujerdi, dalam pertemuan resmi di Jakarta, Rabu (4/3).
Dalam keterangan tertulis Kementerian Luar Negeri RI, disebutkan bahwa Menlu Sugiono membawa surat langsung dari Presiden RI, Prabowo Subianto, yang ditujukan kepada Presiden Iran, Masoud Pezeshkian.
"Saya menyampaikan surat dari Presiden Prabowo kepada Presiden Masoud Pezeshkian untuk menyampaikan belasungkawa terdalam Indonesia atas wafatnya Ayatollah Ali Khamenei, Pemimpin Tertinggi Iran,” demikian pernyataan resmi Kemlu RI seperti dikutip dari Antara.
Selain menyampaikan duka cita, pertemuan tersebut juga membahas perkembangan situasi di kawasan Timur Tengah yang memanas pasca-serangan Amerika Serikat dan Israel ke sejumlah target strategis di Iran pada 28 Februari lalu.
Serangan tersebut dilaporkan menyasar beberapa titik penting, termasuk di Teheran, dan mengakibatkan kerusakan signifikan serta korban sipil. Media pemerintah Iran kemudian mengonfirmasi bahwa Ayatollah Ali Khamenei gugur dalam rangkaian serangan itu.
Sebagai respons, Iran meluncurkan serangan rudal balasan ke wilayah Israel dan sejumlah fasilitas militer Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah. Ketegangan pun meningkat di tengah berlangsungnya perundingan nuklir antara Washington dan Teheran di Jenewa yang dimediasi Oman.
Dalam pertemuan tersebut, Menlu Sugiono menegaskan pentingnya seluruh pihak menghormati hukum internasional serta prinsip-prinsip dalam Piagam Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Indonesia juga menyerukan penghentian segera aksi militer yang berpotensi memperluas konflik.
Pemerintah Indonesia menyatakan kesiapan untuk berperan aktif dalam mendorong dialog dan mediasi demi meredakan eskalasi. Upaya diplomasi dinilai sebagai jalan terbaik untuk menghindari dampak lebih luas terhadap stabilitas kawasan dan keamanan global.
Sebelumnya, dalam pernyataan resmi pada Selasa (3/3), Sugiono mengungkapkan telah melakukan komunikasi melalui sambungan telepon dengan Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, guna membahas perkembangan situasi dan peluang penyelesaian damai.
Indonesia, lanjutnya, berharap seluruh pihak dapat menahan diri dan mengedepankan dialog konstruktif untuk menciptakan kembali kondisi kawasan yang aman dan kondusif.




