Penulis: Harapan Sagala
TVRINews, Taput
Dalam upaya mewujudkan generasi sehat dan berkualitas sesuai dengan program pemerintah pusat, Dapur Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) ke-37 di Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) resmi diresmikan di Desa Silalitoruan, Kecamatan Muara, pada Rabu, 4 Maret 2026.
Dapur SPPG ini merupakan bagian penting dari implementasi Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas sebagai langkah strategis dalam mempersiapkan Generasi Emas 2045. Bupati Taput JTP Hutabarat menegaskan bahwa program MBG tidak hanya berorientasi pada penyediaan makanan, melainkan untuk memastikan terpenuhinya kandungan gizi yang seimbang bagi anak-anak.
“Indikator utama program ini adalah pemenuhan kebutuhan gizi, bukan semata-mata porsi makanan. Tujuannya agar anak-anak kita tidak mengalami kekurangan gizi, sebagai bagian dari persiapan menuju Generasi Emas 2045,” tegas Bupati.
Lebih dari sekadar program sosial, MBG juga menghadirkan dampak ekonomi yang nyata. Perputaran ekonomi dari kebutuhan bahan baku dapur SPPG membuka peluang besar bagi petani, pelaku UMKM, dan masyarakat lokal di wilayah tersebut.
Untuk memperkuat kemandirian daerah, Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara berencana membangun sentra pertanian modern di Siborongborong sebagai pusat suplai bahan baku MBG. Selain itu, sinergi antara SPPG dengan Perseroda Pertanian, Dinas Pertanian, dan Dinas Ketahanan Pangan terus didorong agar kebutuhan bahan pangan dapat dipenuhi secara mandiri oleh masyarakat Taput.
Koordinator Wilayah Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tapanuli Utara, Syah Menan Lubis, mengungkapkan bahwa saat ini telah beroperasi 37 dapur SPPG di wilayah Tapanuli Utara, dengan estimasi perputaran ekonomi mencapai Rp1 miliar per hari untuk pemenuhan kebutuhan bahan baku.
“Ini peluang besar bagi masyarakat. Kami mendorong warga untuk menanam komoditas pendukung menu SPPG agar manfaat ekonomi dapat dirasakan langsung,” ujarnya.
Di Kecamatan Muara sendiri, jumlah penerima manfaat diperkirakan mencapai sekitar 4.000 orang, sehingga dibutuhkan dua dapur SPPG untuk optimalisasi pelayanan. Pemerintah juga terus mendorong percepatan pembangunan SPPG di wilayah 3T (tertinggal, terdepan, dan terluar), khususnya di kawasan Sibandang.
Dukungan masyarakat terhadap program ini pun mengalir deras. Tokoh masyarakat Muara, Op. Modesty Siregar, menyampaikan apresiasi dan kebanggaannya atas kehadiran SPPG di wilayah tersebut.
“Kami sangat senang dan bangga atas hadirnya SPPG di Kecamatan Muara. Program ini sangat menunjang kehidupan masyarakat, dan kami siap mendukung setiap kebijakan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara,” ungkapnya.
Program ini menjadi bukti nyata bahwa pembangunan di Tapanuli Utara berjalan selaras antara peningkatan kualitas sumber daya manusia dan pemberdayaan ekonomi lokal, sesuai dengan Asta Cita Presiden RI Prabowo Subianto.
Editor: Redaksi TVRINews




