Bambang Patijaya Dukung Langkah Menteri ESDM Mitigasi Pasokan Migas Nasional Terkait Risiko Penutupan Selat Hormuz

jpnn.com
8 jam lalu
Cover Berita

jpnn.com, JAKARTA - Ketua Komisi XII DPR RI dari Fraksi Partai Golkar Bambang Patijaya menyatakan dukungannya terhadap langkah Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia dalam melakukan mitigasi terhadap potensi gangguan pasokan minyak dan gas dunia akibat meningkatnya tensi geopolitik di kawasan Timur Tengah yang berpotensi berdampak pada akses pelayaran di Selat Hormuz.

Menurut Bambang, Selat Hormuz merupakan salah satu jalur energi paling strategis di dunia karena sekitar 20 persen suplai minyak global melewati kawasan tersebut.

BACA JUGA: SKK Migas & West Natuna Exploration Limited Mulai Tahap Implementasi FID Lapangan Gas Mako

Oleh karena itu, apabila jalur tersebut terganggu atau bahkan ditutup akibat konflik maka dampaknya tidak hanya dirasakan oleh negara-negara di Timur Tengah, tetapi juga oleh negara pengimpor energi seperti Indonesia.

Dia menjelaskan bahwa saat ini Indonesia masih mengimpor sejumlah komoditas energi dari kawasan Timur Tengah, termasuk crude oil serta LPG dari Arab Saudi.

BACA JUGA: Cik Ujang Sampaikan Jawaban Gubernur atas Pandangan Fraksi Terkait Ranperda PT Sumsel Energi Gemilang

Ketergantungan terhadap jalur pasokan tersebut membuat pemerintah perlu menyiapkan langkah antisipatif agar stabilitas pasokan energi domestik tetap terjaga apabila terjadi gangguan distribusi global.

“Kami mendukung langkah Menteri ESDM yang telah menyiapkan langkah-langkah mitigasi untuk menjaga keberlangsungan pasokan energi nasional. Dalam situasi geopolitik global yang dinamis, upaya antisipatif seperti ini sangat penting agar ketahanan energi Indonesia tetap terjaga,” ujar Bambang.

BACA JUGA: DEN Sebut Transisi Energi Butuh Mineral Kritis, MIND ID di Pusat Ekosistem

Menurutnya, pemerintah tidak bisa berspekulasi mengenai berapa lama potensi gangguan di Selat Hormuz dapat berlangsung, sehingga langkah mitigasi perlu dilakukan sejak dini.

Dia menilai diversifikasi sumber pasokan menjadi salah satu opsi penting agar Indonesia memiliki fleksibilitas dalam menjaga keberlanjutan pasokan energi nasional.

“Salah satu langkah yang dapat dipertimbangkan adalah memperluas sumber pasokan minyak dan gas dari negara-negara lain yang secara geopolitik lebih stabil, termasuk dari Amerika Serikat maupun negara produsen lain yang memiliki jalur distribusi lebih aman,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Bambang menyampaikan bahwa stok crude oil nasional saat ini berada pada kisaran sekitar 21 hari dan masih dalam kondisi aman.

Namun demikian, dia menilai situasi geopolitik global yang dinamis menuntut pemerintah untuk tetap melakukan langkah antisipatif guna memastikan keberlanjutan pasokan energi bagi masyarakat dan sektor industri.

“Stok saat ini memang masih aman, tetapi mitigasi tetap perlu disiapkan sejak dini. Ketahanan pasokan migas sangat penting karena menyangkut stabilitas ekonomi dan kebutuhan energi masyarakat,” ujar Legislator asal daerah pemilihan Bangka Belitung itu.(fri/jpnn)

 

Redaktur & Reporter : Friederich Batari


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Tanpa Kompromi, Iran Siap Lanjutkan Perang Lawan AS
• 16 jam lalucelebesmedia.id
thumb
Program UMiMAX Pertamina Bantu Korban PHK Bangkit dan Berbagi Harapan
• 29 menit lalukompas.com
thumb
Iran Serang Pusat Data Amazon di Bahrain, Disebut Pendukung Intelijen dan Militer Musuh Teheran
• 49 menit lalukompas.tv
thumb
Dianggap Berisik, Pramono Tegas Tolak Lapangan Padel di Perumahan Buka Lewat dari Jam 8 Malam
• 15 jam lalutvonenews.com
thumb
Daftar SPAN-PTKIN 2026, Intip 30 Prodi Pilihan di UIN Jakarta! Mayoritas Akreditasnya A Lho
• 23 jam lalumedcom.id
Berhasil disimpan.