REPUBLIKA.CO.ID, TEHERAN -- Juru bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Esmail Baqaei, mengecam serangan terbaru Amerika Serikat dan Israel terhadap Istana Golestan di Teheran. Baqaei menyebut serangan itu sebagai kejahatan perang yang terang-terangan.
Dalam unggahan di akun resmi X miliknya, Baqaei mengatakan bahwa serangan rudal terhadap kompleks bersejarah Arg Square di Teheran telah menyebabkan kerusakan pada Istana Golestan. Istana ini merupakan salah satu simbol paling abadi ibu kota Iran serta situs Warisan Dunia UNESCO.
Baca Juga
Jadwal Imsakiyah Hari Ini: 5 Maret 2026, Semangat Beribadah Pagi di Semarang
Jadwal Imsakiyah Hari Ini 5 Maret 2026 di Surabaya, Semangat Beribadah Pagi Hari
Ia menyebut serangan tersebut sebagai kejahatan keji yang bertujuan menghapus warisan budaya Iran, tempat lahir sejarah dan peradaban kuno.
Ia menegaskan bahwa serangan itu melanggar berbagai hukum internasional, termasuk Konvensi Den Haag 1954 tentang Perlindungan Properti Budaya dalam Konflik Bersenjata, Protokol Tambahan I tahun 1977 terhadap Konvensi Jenewa, Statuta Roma Mahkamah Pidana Internasional, serta preseden peradilan internasional yang telah mapan. .rec-desc {padding: 7px !important;}
Baqaei menegaskan bahwa setiap serangan yang disengaja oleh Amerika Serikat dan rezim Israel terhadap situs bersejarah dan warisan budaya Iran merupakan pelanggaran mencolok terhadap hukum humaniter internasional dan kejahatan perang yang tak terbantahkan.