Rutin Baca Label dan Rajin Bergerak Bisa Tekan Risiko Obesitas Sejak Dini

tabloidbintang.com
8 jam lalu
Cover Berita

TABLOIDBINTANG.COM - Mencegah obesitas ternyata bisa dimulai dari langkah sederhana yang sering diabaikan, seperti membaca label gizi pada kemasan makanan hingga rutin bergerak setiap hari.

Direktur Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Tidak Menular Kementerian Kesehatan, Siti Nadia Tarmizi mengungkap masih banyak masyarakat Indonesia yang belum sadar akan batas aman konsumsi gula, garam, dan lemak.

Menurut data yang dipaparkannya, sekitar 28,7 persen masyarakat masih mengonsumsi gula, garam, dan lemak melebihi anjuran harian.

Kondisi ini sering terjadi tanpa disadari karena banyak orang tidak menghitung total asupan dari makanan dan minuman kemasan.

“Kita perlu membiasakan membaca label. Di situ tercantum informasi nilai gizi per sajian, termasuk kandungan gula, garam, dan lemak,” ujar Nadia di acara Nutrifood Media Briefing bertajuk Cermat Memilih Pangan Olahan untuk Mencegah Obesitas di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/3).

Siti Nadia Tarmizi mengingatkan, batas konsumsi gula untuk orang dewasa maksimal 50 gram per hari atau setara empat sendok makan. Sementara itu, batas garam 5 gram per hari dan lemak 67 gram per hari.

Selain mencermati tabel nilai gizi, masyarakat juga dianjurkan memperhatikan logo “Pilihan Lebih Sehat” pada kemasan produk. Tanda tersebut menunjukkan produk telah memenuhi kriteria kandungan gula, garam, dan lemak sesuai ketentuan pemerintah.

Tak cukup hanya mengatur pola makan, Nadia menegaskan pentingnya menjaga keseimbangan energi lewat aktivitas fisik.

Dalam rangka memperingati Hari Obesitas Sedunia pada 4 Maret, Kemenkes Kemenkes bersama Nutrifood kembali menggencarkan kampanye edukatif #BatasiGGL yang menekankan pembatasan gula, garam, dan lemak (GGL) serta pentingnya membaca label kemasan.

Nutrifood Media Briefing bertajuk Cermat Memilih Pangan Olahan untuk Mencegah Obesitas di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (3/3).

Head of Strategic Marketing Nutrifood, Susana juga menekankan pentingnya memahami takaran saji, energi total, hingga persentase AKG pada kemasan.

“Dengan memahami informasi tersebut, masyarakat dapat mengontrol asupan gula, garam, dan lemak sesuai kebutuhan hariannya,” terang Susana.

Nadia menyarankan masyarakat membiasakan langkah sederhana seperti lebih sering berjalan kaki atau memilih tangga dibanding lift.

“Obesitas tidak terjadi dalam waktu singkat. Ini akibat pola makan dan gaya hidup dalam jangka panjang. Karena itu, perubahan kecil yang dilakukan konsisten akan lebih efektif,” kata Nadia.

Momentum Ramadan juga dinilai tepat untuk melatih pengendalian diri, terutama dalam mengurangi konsumsi minuman manis saat berbuka puasa.

Dengan mengurangi kadar gula secara bertahap dan tetap aktif bergerak, kebiasaan sehat bisa terbentuk secara berkelanjutan.

Langkah preventif ini penting untuk menekan risiko penyakit tidak menular seperti diabetes, hipertensi, hingga penyakit jantung yang kerap berkaitan dengan obesitas.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Alasan Mengapa Mantan Memutuskan Menghubungi Kamu Lagi
• 14 jam lalubeautynesia.id
thumb
Stok BBM RI Cuma 20 Hari, Bahlil: Memang Daya Tampungnya Gak Ada
• 18 jam lalucnbcindonesia.com
thumb
Perang Berkepanjangan dengan Iran: AS Siap, Tapi Israel Tidak
• 6 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
Gantian KPK Balas Yaqut di Praperadilan
• 3 jam laludetik.com
thumb
Penerbangan Tim Terganggu Buntut Perang Timur Tengah, Penyelenggara Pastikan F1 GP Australia 2026 Berjalan Sesuai Jadwal
• 17 jam lalutvonenews.com
Berhasil disimpan.