Alasan Haka Auto Agresif Buka Dealer BYD di Luar Jawa

bisnis.com
16 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, JAKARTA — Haka Auto, salah satu mitra dealer BYD di Indonesia, membidik ekspansi jaringan secara agresif dengan menargetkan total hingga 60 cabang pada 2026.

CEO Haka Auto Hariyadi Kaimuddin mengatakan, perseroan akan lebih fokus untuk memperluas jaringan ke kota-kota tier 2 dan tier 3 yang meliputi Jawa Tengah, Jawa Timur, Kalimantan, hingga Sulawesi.

Dia meyakini pasar kendaraan listrik di Indonesia memiliki prospek cerah ke depannya, seiring dengan meningkatnya adopsi mobil listrik serta perluasan infrastruktur pengisian daya.

“Kami percaya pada kekuatan merek dan rencana jangka panjang BYD. Tren kendaraan listrik [EV] akan menjadi alternatif utama, karena listrik tersedia di mana-mana. Pemerintah juga kan mendukung kemandirian energi, sehingga ketergantungan impor BBM dapat berkurang dan subsidi energi bisa ditekan,” ujar Hariyadi, dikutip Rabu(4/3/2026).

Lebih lanjut, dia menyampaikan bahwa pasar kendaraan listrik nasional hingga kini masih terpusat di wilayah Jabodetabek. Adapun di luar Pulau Jawa, adopsi mobil listrik dinilai masih menghadapi kendala, terutama akibat keterbatasan infrastruktur pengisian daya.

Kendati demikian, Haka Auto tetap optimistis dengan rencana ekspansi jaringan diler ke luar Jawa. Di sisi lain, potensi peluncuran model plug-in hybrid (PHEV) oleh BYD diyakini dapat mendorong percepatan adopsi kendaraan elektrifikasi di berbagai daerah.

Baca Juga

  • Haka Auto Bidik Ekspansi hingga 60 Dealer BYD pada 2026
  • Bos Haka Auto Dorong Pemerintah Beri Kepastian soal Insentif Mobil Listrik
  • BYD Lebarkan Sayap ke Timur Indonesia, Haka Auto Operasikan 3 Dealer Baru di Sulawesi

“Saat ini sekitar 80% pasar EV masih di Jabodetabek. Sementara itu, di daerah tier 2 dan 3, sudah diatur maksimal dua grup dealer. Kami juga meyakini plug-in hybrid akan lebih mudah diterima,” jelasnya.

Saat ini, Haka Auto telah mengoperasikan 15 outlet BYD dan dua cabang untuk merek premium Denza yang tersebar di sejumlah kota strategis.

Lebih lanjut dia mengatakan, pada tahap awal, perseroan banyak mengakuisisi lahan dan membangun dealer dari awal. Namun, prosesnya memakan waktu panjang, termasuk kendala perizinan seperti Persetujuan Bangunan Gedung (PBG).

Alhasil, ke depannya, Haka Auto akan mengarahkan strategi ekspansi dengan menyewa dealer dari merek lain yang sudah siap beroperasi guna mempercepat perluasan jaringan.

"Kami menargetkan hingga akhir tahun ini memiliki sekitar 50–60 cabang, menyesuaikan terhadap kondisi ekonomi. Dalam waktu dekat, sekitar 30 cabang diproyeksikan sudah bisa mulai beroperasi pada Juni 2026,” katanya.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Peredaran Sabu di Jakbar Dibongkar Polda Metro, Barbuknya 100 Gram!
• 21 jam laludisway.id
thumb
Hadapi Ketidakpastian Global, Menko Pangan Zulhas Pastikan Cadangan Pangan Nasional Aman
• 22 jam lalujpnn.com
thumb
Wapres Gibran Kembali Tekankan Pentingnya AI di Workshop AI Ready ASEAN
• 20 jam laludisway.id
thumb
3 Ciri Kepribadian Orang yang Selalu Menyetrika Baju Sebelum Dipakai Menurut Ilmu Psikologi
• 22 jam lalubeautynesia.id
thumb
Jelang masa pembatasan, ratusan truk padati Pelabuhan Merak
• 14 jam laluantaranews.com
Berhasil disimpan.