Hindari Boraks dan Formalin, Ini Cara Pilih Takjil Sehat

metrotvnews.com
2 jam lalu
Cover Berita

Jakarta: Balai Besar Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) DKI Jakarta mengimbau masyarakat untuk lebih selektif dalam memilih menu berbuka puasa. Warga diminta mewaspadai takjil dengan warna yang terlalu mencolok serta tekstur yang tidak wajar guna menghindari risiko konsumsi zat berbahaya seperti pewarna tekstil, formalin, hingga boraks.

"Jadi kalau misalkan takjilnya itu berwarna, itu pilih warnanya yang jangan mencolok," ujar Ketua Tim Informasi dan Komunikasi BBPOM DKI Jakarta, Evi Citraprianti, saat ditemui di pasar takjil kawasan Gandaria Utara, Jakarta, dilansir Antara, Rabu, 4 Maret 2026.
 

Baca Juga :

Waspada Takjil Berbahaya, Pemkot Jaksel Temukan Takjil Berformalin

Evi menjelaskan bahwa warna yang terlalu terang pada makanan atau minuman sering kali menjadi indikasi penggunaan zat pewarna non-pangan (Rhodamin B). Selain warna, masyarakat juga diminta memperhatikan rasa dan tekstur; misalnya kerupuk yang terasa getir merupakan indikasi penggunaan boraks, sementara tahu yang bertekstur sangat keras patut dicurigai mengandung formalin.

"Jadi kalau ini kita coba rasanya, kalau kerupuk terasa getir itu berarti kemungkinan adanya penambahan boraks. Ciri-cirinya kalau tahunya keras itu berarti kemungkinan ada penambahan formalin," ucap Evi.


Pemkot Jaksel bersama BPOM menemukan formalin dan pewarna tekstil di pasar takjil Jalan Karya Utama, kawasan Gandaria Utara, Kebayoran Baru, Jakarta Selatan. Foto: ANTARA/Luthfia Miranda Putri.

Melalui pengawasan di berbagai titik pasar takjil, Balai BPOM berharap masyarakat mendapatkan edukasi langsung mengenai pentingnya mengonsumsi pangan sehat. Langkah ini didukung penuh oleh Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Selatan yang telah mengerahkan Satuan Tugas (Satgas) gabungan untuk memantau keamanan pangan sepanjang Ramadan 1447 Hijriah.

Satgas yang terdiri dari Sudin PPKUKM, Kesehatan, KPKP, hingga bagian perekonomian ini bertugas menyisir seluruh sentra takjil di wilayah Jakarta Selatan. Fokus utamanya adalah memastikan pangan olahan yang beredar bebas dari formalin, pewarna tekstil, maupun zat aditif berbahaya lainnya demi melindungi kesehatan publik.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
KPK Minta Hakim Tolak Praperadilan Eks Menag Yaqut di Kasus Kuota Haji
• 17 jam laludetik.com
thumb
Bahlil: Harga ICP Tembus 78 Dolar Per Barel, Subsidi Energi Terancam Bengkak
• 23 jam lalukompas.tv
thumb
Polres Ponorogo Pastikan Stok dan Harga Sembako Aman Jelang Idul Fitri
• 3 jam lalutvrinews.com
thumb
Komisi X DPR Ungkap Alokasi Tambahan Rp 181 T yang Diajukan Mendikdasmen
• 15 jam laludetik.com
thumb
Petaka Perang Iran, Industri Tekstil RI Terancam Krisis Bahan Baku
• 8 jam lalucnbcindonesia.com
Berhasil disimpan.