Magetan: Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Magetan, Jawa Timur, mencatat dua pengendara sepeda motor terluka akibat pohon tumbang diterjang angin kencang yang terjadi di wilayah setempat, pada Rabu sore, 4 Maret 2026.
"Angin kencang telah mengakibatkan sejumlah pohon tumbang tersebar di beberapa wilayah di Magetan. Di antaranya di Kecamatan Plaosan, Parang, dan Karas," ujar Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Magetan Eka Radityo, melansir Antara, Kamis, 5 Maret 2026.
Pohon tumbang yang mengakibatkan dua pengendara luka terjadi di Jalan Raya Lembeyan–Parang, Desa Tamanarum, Kecamatan Parang. Pohon tumbang menutup 100 persen badan jalan dan menyebabkan dua pengendara sepeda motor yang berboncengan tidak bisa menghindar dan menabrak.
Baca Juga :
Angin Kencang Rusak 38 Rumah dan 2 Fasum di Poncokusumo Malang"Keduanya menggunakan sepeda motor Honda Beat Street bernopol AE-4412-OI dan telah dibawa ke RSUD dr. Sayidiman Magetan untuk mendapatkan penanganan medis," kata Eka.
Sementara pohon tumbang di Plaosan menimpa rumah Sukar, 42, dan Kinem, 59, warga Desa Randugede, Kecamatan Plaosan. Pohon tumbang tersebut mengenai atap dapur milik korban Sukar yang mengalami kerusakan berat, sementara atap dapur dan kandang milik Ibu Kinem mengalami kerusakan ringan.
Sedangkan pohon tumbang di Karas menutup 70 persen akses Jalan Raya Karas, Desa Temenggungan, Kecamatan Karas. Kejadian tersebut menyebabkan terganggunya arus lalu lintas di lokasi terdampak.
Baca Juga :
BPBD DKI Waspadai Potensi Bahaya Akibat Angin KencangPada pukul 20.23 WIB penanganan pohon tumbang oleh BPBD setempat di Jalan Raya Lembeyan–Parang, Desa Tamanarum telah selesai. Demikian juga pukul 20.35 WIB penanganan di Jalan Raya Karas, Desa Temenggungan, Kecamatan Karas selesai.
Sementara pada pukul 21.31 WIB, Wakil Bupati Magetan Suyatni Priasmoro menyerahkan bantuan kepada keluarga korban yang menabrak pohon tumbang kejadian di Jalan Raya Lembeyan–Parang. Pihak BPBD Magetan meminta warga mewaspadai cuaca ekstrem berpotensi bencana hidrometeorologi yang dimungkinkan masih berlangsung, seiring peringatan dini potensi cuaca ekstrem periode 01–10 Maret 2026 oleh BMKG.




