Ketemu Dinosaurus Sebesar Ayam, Ternyata Saudara T-Rex

cnbcindonesia.com
10 jam lalu
Cover Berita
Foto: REUTERS/Philippe Wojazer

Jakarta, CNBC Indonesia - Siapa sangka dinosaurus seukuran ayam yang hidup jutaan tahun lalu, ternyata masih kerabat jauh Tyrannosaurus rex (T-rex). Temuan fosil lengkap spesies Alnashetri cerropoliciensis mengungkap fakta soal hubungan evolusi keduanya. Sebelumnya, spesies ini hanya dikenal dari beberapa tulang kaki yang ditemukan pada 2012.

Temuan ini dipublikasikan dalam jurnal ilmiah Nature, oleh tim paleontolog dari Argentina dan Amerika Serikat.

Mengutip ElPais, fosil terbaru ditemukan di situs La Buitrera, Provinsi Río Negro, Argentina. Dinosaurus ini tergolong salah satu theropoda non-unggas terkecil yang pernah tercatat, dengan tinggi kurang dari 40 cm, panjang sekitar 70 cm, dan berat hanya 1kg.


Secara fisik, ukurannya menyerupai ayam modern, namun merupakan predator pemakan vertebrata kecil yang hidup sekitar 95 juta tahun lalu di lingkungan gurun. Ilmuwan menduga hewan ini memiliki bulu, berdasarkan posisi evolusionernya dalam kelompok theropoda.

Ilustrasi dinosaurus seukuran ayam (Alnashetri cerropoliciensis ). (ElPais)
Pilihan Redaksi
  • Ada Kuil Pemuja Matahari di Bawah Masjid, Buktinya Baru Ketemu
  • Nenek Tua Temukan Batu Senilai Rp 19 Miliar, Dipakai Ganjal Pintu
  • Identitas Selingkuhan Bill Gates Terungkap, Sekolah Dibayari Epstein

Penulis utama studi, Peter Makovicky dari University of Minnesota, menyebut spesimen ini kemungkinan besar berjenis kelamin betina. Indikasi tersebut terlihat dari endapan kalsium pada jaringan tulang yang umumnya terkait proses bertelur, meski belum dapat dipastikan sepenuhnya.

Secara evolusi, Alnashetri termasuk kelompok alvarezsauroid dan masih berada dalam cabang besar yang sama dengan Tyrannosaurus rex, yakni coelurosauria. Namun hubungan kekerabatan itu hanya sampai pada tingkat kelompok besar.

Penemuan ini juga membantah teori lama yang menyebut alvarezsaurid mengalami tren penyusutan ukuran tubuh secara bertahap.

Sebelumnya, spesies awal seperti Haplocheirus sollers diketahui berukuran jauh lebih besar, sehingga muncul hipotesis miniaturisasi evolusioner. Namun keberadaan Alnashetri menunjukkan evolusi kelompok ini lebih kompleks dan tidak linear.

Selain itu, temuan ini memperkuat pandangan bahwa alvarezsaurid bukanlah burung tak bisa terbang, melainkan dinosaurus theropoda yang memiliki ciri mirip burung. Mereka lebih dekat kekerabatannya dengan dinosaurus seperti Gallimimus dibandingkan burung modern.

Ilmuwan menilai kelengkapan fosil membuka peluang riset lanjutan, mulai dari rekonstruksi otot, analisis biomekanika pergerakan, hingga paleoneurologi.


(dem/dem) Add as a preferred
source on Google
Saksikan video di bawah ini:
Video: Dukung Transformasi Cloud ke AI, Data Center "Wajib" Punya Ini

Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Analisa Akademisi soal Indoneia akan Jadi Mediator Amerika-Iran: Kapasitasnya Apa?
• 17 jam lalukompas.tv
thumb
Kemenhaj: Kepulangan Jemaah Umrah Dipastikan Aman
• 22 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Jet F-35 Israel Diklaim Tembak Jatuh Jet Tempur Iran di Teheran
• 2 jam lalumetrotvnews.com
thumb
Kronologi Dilraba Dilmurat Terjebak 3 Hari di Dubai Imbas Perang Israel-Iran, Sang Artis Gagal Hadiri Fashion Show di Paris
• 21 jam lalugrid.id
thumb
Interaktif dan Organik Jadi Kunci Media Lokal Bertahan di Tengah Gempuran Influencer
• 15 jam lalusuarasurabaya.net
Berhasil disimpan.