JAKARTA, KOMPAS.TV - Wakil Kepala Badan Gizi Nasional (BGN), Nanik Sudaryati Deyang menyatakan BGN tidak melarang warga mengunggah menu Makan Bergizi Gratis (MBG) yang tidak layak ke media sosial.
Ia justru mengajak masyarakat ikut mengawasi pelaksanaan MBG dan melaporkan jika ada menu MBG yang tidak layak.
Menurut keterangannya, saat ini BGN memiliki pengawas hanya sebanyak 70 orang, sementara jumlah Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) sudah mencapai 24 ribu lebih dan ditargetkan sampai 30 ribu lebih.
"Kami sangat terbantu kalau masyarakat meng-upload menu. Tapi tolong sebutkan, sekolah di mana, SPPG desa mana, daerah mana, Kecamatan mana, Kabupaten mana. Hari itu juga kita tindak lanjuti," kata Nanik di Gedung Gradhika Bakti Praja, Kompleks Kantor Gubernur Jawa Tengah, Kota Semarang, Selasa (3/3/2026), dipantau dari video YouTube KompasTV.
Nanik mengatakan BGN akan menutup dapur MBG yang terbukti tidak memenuhi prosedur dan ketentuan dalam proses pengolahan hingga penyajian MBG.
Baca Juga: Asal Sesuai Fakta, Wakil Kepala BGN Nanik Bantah Larang Warga Upload Menu MBG ke Medsos
Ia juga mengimbau masyarakat tidak memviralkan kembali video lama.
"Tolong disebutkan alamatnya di mana, SPPG-nya di mana, kapan? Jangan video yang sudah tahun lalu diviralkan lagi. Kalau itu (memviralkan lagi video lama) kan berarti punya tujuan-tujuan lain," ujarnya.
Nanik menepis kekhawatiran jika seandainya masyarakat akan dikenai pasal pencemaran nama baik dengan undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) jika mengunggah menu MBG tidak layak.
“Jadi tidak akan terjerat UU ITE. Yang penting tidak fitnah dan tidak hoaks, pasti nggak kena UU ITE," ucapnya.
Penulis : Tri Angga Kriswaningsih Editor : Gading-Persada
Sumber : Kompas TV
- bgn
- mbg
- mbg tak layak
- unggak mbg tak layak
- wakil kepala bgn
- lapor mbg tak layak





