Jakarta, VIVA – Nama Pandji Pragiwaksono kembali menjadi sorotan publik setelah pernyataannya terkait situasi perang Amerika Serikat dan Israel melawan iran yang kian memanas. Komika sekaligus pengamat isu sosial-politik tersebut memberikan pandangan terbaru mengenai konflik di Timur Tengah yang belakangan meningkatkan tensi internasional.
Dalam pernyataan terbarunya, Pandji secara terbuka mengakui bahwa prediksi yang pernah disampaikan Presiden Prabowo Subianto tentang potensi perang besar di masa depan kemungkinan memiliki dasar yang kuat. Scroll lebih lanjut yuk!
Pernyataan ini cukup mengejutkan mengingat selama ini Pandji dikenal vokal dalam mengkritik kebijakan pemerintah.
Ketegangan yang terus meningkat di kawasan Timur Tengah memunculkan kekhawatiran akan potensi konflik berskala global. Isu mengenai kemungkinan pecahnya Perang Dunia III pun kembali mencuat di ruang publik.
Menanggapi hal tersebut, Pandji mengaku mulai melihat relevansi dari peringatan yang pernah disampaikan Prabowo.
"Aku tidak percaya akan mengatakan ini. Tapi, Prabowo bisa jadi benar!" kata Pandji Pragiwaksono, mengutip video YouTube BigThinkersID, Kamis 5 Maret 2025.
Pandji menunjukkan sikap terbuka terhadap kemungkinan bahwa dirinya keliru dalam membaca situasi sebelumnya. Ia menilai, dalam urusan kenegaraan dan pertahanan, seorang pemimpin negara bisa saja memiliki perspektif yang lebih luas dan informasi yang tidak sepenuhnya diketahui publik.
"Pada titik ini gue cukup terbuka buat bilang, gue bisa salah dan Pak Prabowo bisa jadi benar. Ada orang-orang yang emang bisa ngelihat lebih dulu daripada yang lain," katanya.
"Belum tentu terjadi (perang), tapi sekarang nggak ada salahnya untuk bersiap," pungkasnya.
Ia menilai, dalam konteks situasi global yang tidak menentu, langkah antisipatif pemerintah di bidang pertahanan kini terasa lebih masuk akal. Bahkan, Pandji mengakui dirinya sempat meragukan kebijakan pembelian alutsista ketika Prabowo masih menjabat sebagai Menteri Pertahanan.
"Prabowo bertahun-tahun bilang sama orang, ini mau ada perang dunia. Makanya beli senjata waktu jadi menteri kan, beli senjata, memperbarui senjata. Orang bilang, 'apaan sih lu?' 'Lu doang kali karena lu tentara semua serba perang'. Ngapain kita beli jet baru, senjata baru. Oleh gue juga termasuk," jelas Pandji.





