JAKARTA, KOMPAS.com - Gemuruh mesin kendaraan dan padatnya lalu lintas adalah makanan sehari-hari bagi warga Jakarta Barat.
Namun, di balik bayang-bayang kemacetan ibu kota, terselip sebuah jalur alternatif tradisional yang masih bertahan melayani mobilitas warga sehari-hari.
Tepatnya di Jalan Perumahan Taman Kota, Kembangan, sebuah rakit kayu sederhana atau getek beroperasi setiap hari, membelah tenangnya aliran Kali Pesing untuk mengantarkan warga menuju Kompleks Green Garden Residence ataupun sebaliknya.
Di tengah pesatnya perkembangan moda transportasi modern di Jakarta, pesona getek ini tak pernah luntur.
Transportasi air ini menjadi pilihan bagi para pengendara sepeda motor yang enggan membuang waktu dan tenaga di tengah kemacetan Jalan Panjang dan Jalan Daan Mogot.
Untuk menemukan lokasi getek ini, warga perlu masuk ke Kompleks Taman Kota, kemudian belok ke kiri di persimpangan yang mengarah ke Basmol.
Setelahnya, warga akan masuk ke area perkampungan di belakang Kompleks Taman Kota yang lokasinya bersebelahan langsung dengan aliran Kali Pesing.
Tepat di atas aliran Kali Pesing itulah, tiga buah rakit kayu mengapung untuk mengantarkan warga, baik yang berjalan kaki ataupun menggunakan motor menyeberang ke arah Green Garden.
Setelah menyeberangi aliran kali yang warnanya terlihat kehitaman, pengendara akan memasuki area perkampungan padat di sebuah gang sempit di balik Kompleks Elit Green Garden.
KOMPAS.com/Ridho Danu Prasetyo Transportasi getek di atas aliran Kali Pesing yang menghubungkan antara kawasan Kompleks Taman Kota, Kembangan dengan perumahan elit Green Garden Residence, Kebon Jeruk
Pengendara hanya perlu melintasi gang-gang sempit itu, kemudian akan disambut sebuah pagar besi yang menjadi perbatasan dengan Kompleks Green Garden, tepatnya di Pintu Utara.
Dari Jalan Green Garden Pintu Utara, pengendara hanya perlu lurus sejauh 500 meter dan akan keluar di Jalan Panjang seberang Showroom BYD Kebon Jeruk.
Rakit Sederhana Bertenaga Otot
Getek yang digunakan ini berupa susunan papan kayu yang dirakit lengkap dengan atapnya. Getek tersebut cukup kokoh untuk menopang beban beberapa sepeda motor sekaligus beserta pengendaranya.
Tidak ada deru mesin. Getek ini murni digerakkan oleh tenaga manusia.
Terdapat tiga pria yang bertugas menarik seutas tali tambang tebal yang dibentangkan melintang dari sisi Taman Kota ke sisi Green Garden.