Gedung Putih menyatakan Amerika Serikat tidak menargetkan warga sipil dalam operasi militer di Iran. Penjelasan ini merespons laporan serangan terhadap sebuah sekolah dasar perempuan di Kota Minab.
Sekretaris Pers Gedung Putih Karoline Leavitt membantah pihaknya menargetkan warga sipil. Ia menekankan operasi militer AS ditujukan kepada pemerintah Iran.
“Sejauh yang kami ketahui, tidak (menargetkan warga sipil Iran),” kata Leavitt dikutip dari CNN, Kamis (5/3).
Terkait ratusan siswa yang tewas di Kota Minab, Leavitt justru menjawab Iran menggunakan propaganda.
“Rezim itu menggunakan propaganda dengan cukup efektif, dan sayangnya, banyak orang di ruangan ini telah tertipu oleh propaganda itu,” kata Leavitt.
Pemerintah AS Selidiki Insiden MinabSementara Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth mengatakan, pemerintah masih menyelidiki insiden pengeboman sekolah tersebut.
Sejauh ini Washington belum memiliki kesimpulan akhir mengenai siapa yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.
“Jadi, saya ingin memperingatkan Anda untuk tidak menyalahkan Amerika Serikat dalam hal menargetkan warga sipil, karena itu bukanlah sesuatu yang dilakukan oleh angkatan bersenjata ini,” kata Leavitt.
Tragedi MinabSerangan terhadap sekolah dasar perempuan di kota Minab, Iran selatan, memicu kecaman luas setelah memakan banyak korban jiwa.
Media pemerintah Iran melaporkan lebih dari 100 orang tewas dalam serangan tersebut.
Sementara laporan lain menyebut korban tewas mencapai sekitar 160 siswi sekolah dasar, yang kemudian dimakamkan dalam liang lahat massal.





