Pantau - Direktorat Jaminan Produk Halal Kementerian Agama Republik Indonesia meluncurkan Program Halal Goes to Campus bertajuk Ngobral Ngobrolin Halal di Universitas Padjadjaran Kampus Jatinangor guna memperkuat literasi halal mahasiswa dan membangun kolaborasi antara pemerintah dengan perguruan tinggi.
Direktur Jenderal Bimbingan Masyarakat Islam Abu Rokhmad menyatakan masyarakat Indonesia kerap merasa semua produk yang beredar sudah pasti halal meski kepastian tersebut memerlukan sistem dan regulasi yang jelas.
"Kami ingin mengajak generasi muda agar memiliki pemahaman tentang halal," ujar Abu Rokhmad.
Ia mengutip QS Al-Baqarah ayat 168 yang menyerukan seluruh manusia untuk mengonsumsi dan menggunakan produk halal dan tayib.
"Ayat tersebut dimulai dengan ‘yaa ayyuhannas’, yang artinya ditujukan kepada seluruh manusia. Halal bukan hanya anjuran bagi umat Islam, tetapi prinsip universal tentang kebaikan dan kebermanfaatan," kata dia.
Halal sebagai Gaya Hidup dan Peluang GlobalKonsep halal dan tayib mencakup makanan, minuman, obat-obatan, kosmetik, serta berbagai produk lainnya yang kini menjadi bagian dari gaya hidup global.
Indonesia memiliki landasan hukum melalui Undang-Undang Nomor 33 Tahun 2014 tentang Jaminan Produk Halal yang mengatur sistem sertifikasi dan label halal sebagai jaminan bagi konsumen.
Menurut Abu Rokhmad, negara seperti China dan Korea Selatan telah memiliki pusat halal dan banyak perusahaan asing mengajukan sertifikasi halal ke Indonesia.
"Banyak juga perusahaan besar China yang minta sertifikasi halal ke Indonesia. Ini kesempatan, khususnya buat mahasiswa agar mampu mengembangkan kemampuan dan jejaring dalam industri halal," kata dia.
Ia mendorong perguruan tinggi membuka program studi industri halal yang mengintegrasikan disiplin ilmu seperti kimia, fisika, dan farmasi serta mengembangkan riset farmasi halal sebagai kebanggaan nasional.
Dorong Riset dan Ekosistem Halal InklusifDirektur Jaminan Produk Halal Fuad Nasar menyampaikan kegiatan perdana di Universitas Padjadjaran menjadi ajang edukasi dan diseminasi kesadaran konsumsi serta gaya hidup halal bagi generasi muda.
"Halal telah menjadi isu populer di negara kita terutama sejak ekosistem halal dikenalkan kepada publik. Sertifikasi produk halal perlu terus ditingkatkan volumenya, namun tidak boleh berhenti sampai di situ. Riset halal perlu ditumbuhkan,” kata dia.
Program Halal Goes to Campus diharapkan menjadi gerakan berkelanjutan yang tidak hanya memperkuat literasi halal dari sisi keagamaan tetapi juga mendorong lahirnya ekosistem industri halal yang inklusif, modern, dan berbasis riset.
Wakil Rektor Bidang Sumber Daya dan Tata Kelola Unpad Widya Setiabudi Sumadinata menyatakan halal bukan konsep eksklusif bagi umat Islam melainkan bagian dari fitrah manusia.
"Halal sebetulnya bukan sesuatu yang istimewa hanya untuk umat Islam. Halal adalah fitrah manusia. Jika ingin hidup sejahtera dan sehat secara fisik, ruhani, dan sosial, maka makanan yang dikonsumsi harus halal," ujarnya.




