Kinerja Bank Perekonomian Kepri: Aset Tumbuh 17,07%, OJK Siapkan Merger 14 BPR

bisnis.com
7 jam lalu
Cover Berita

Bisnis.com, BATAM – Otoritas Jasa Keuangan (OJK) mencatat kinerja Bank Perekonomian Rakyat (BPR) dan Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) tumbuh signifikan sepanjang 2025, dengan aset meningkat jauh di atas rata-rata nasional.

Kepala OJK Kepri Sinar Dananjaya menyebutkan total aset BPR dan BPRS di Kepri tumbuh 17,07% menjadi Rp13,88 triliun per Desember 2025. Angka tersebut melampaui pertumbuhan nasional yang berada di kisaran 5%.

“Pertumbuhan ini menunjukkan peran BPR dan BPRS di Kepri semakin kuat dalam mendukung pembiayaan ekonomi daerah,” kata Sinar di Batam.

Dari sisi intermediasi, kredit BPR dan BPRS tumbuh 14,67%, sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 14,1%. Loan to Deposit Ratio (LDR) tercatat sebesar 99%, masih lebih baik dibandingkan angka nasional yang mencapai 104%.

Kualitas kredit juga relatif terjaga. Rasio kredit bermasalah (Non Performing Loan/NPL) BPR di Kepri sebesar 5,12% pada 2025, lebih rendah dibandingkan NPL industri BPR nasional yang mencapai 12,44%.

Selain mencatat pertumbuhan positif, OJK juga menyiapkan kebijakan konsolidasi bagi BPR yang memiliki pemegang saham pengendali yang sama. Sebanyak 14 BPR yang tergabung dalam delapan grup direncanakan melakukan merger.

Baca Juga

  • OJK Setujui Penggabungan 4 Bank ke BPR Nusamba Tanjungsari Tasikmalaya
  • LPS Gelontorkan Rp25,6 Miliar Bayar Nasabah BPR Kamadana Bali yang Dilikuidasi
  • Imbas Tutupnya BPR Prima Master Bank, LPS Imbau Pekerja Pakerin Ikuti Proses

“Dengan konsolidasi ini diharapkan BPR menjadi lebih besar dan efisien sehingga mampu menyalurkan kredit dengan bunga lebih kompetitif serta memiliki likuiditas yang lebih kuat,” ujar Sinar.

Setelah proses konsolidasi, jumlah BPR di Kepri diperkirakan berkurang dari sekitar 45 menjadi 38 BPR.

Dalam penyaluran kredit, sektor produktif masih mendominasi. Sekitar 71% kredit bank umum di Kepri mengalir ke sektor produktif, sedangkan pada BPR dan BPRS mencapai 68%.

Sektor transportasi dan pergudangan, industri pengolahan, konstruksi, serta perdagangan menjadi penerima kredit terbesar, sejalan dengan struktur ekonomi Kepri yang ditopang aktivitas industri dan logistik, khususnya di Batam.

Di sisi lain, kredit untuk Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Kepri tumbuh 11,55% secara tahunan (year-on-year), berbanding terbalik dengan kondisi nasional yang mencatat kontraksi sebesar 0,3%.

Untuk memperkuat akses pembiayaan UMKM, OJK telah menerbitkan POJK Nomor 19 Tahun 2025 yang mewajibkan lembaga jasa keuangan memberikan kemudahan akses layanan bagi pelaku UMKM.

“Melalui kebijakan tersebut, lembaga jasa keuangan didorong menyederhanakan proses pembiayaan, menyediakan produk khusus, serta memanfaatkan teknologi guna memperluas akses UMKM,” kata Sinar.

OJK berharap penguatan BPR dan BPRS serta dukungan pembiayaan UMKM dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Kepri yang lebih inklusif dan berkelanjutan.


Artikel Asli

Lanjut baca:

thumb
Sosok Ashraff Abu, Suami Bupati Pekalongan Fadia Arafiq yang Disebut Nikmati Uang Korupsi Rp19 Miliar, Mantan Penyanyi Dangdut yang Jadi Anggota DPR
• 2 jam lalutvonenews.com
thumb
Prabowo Minta Bangun Storage Baru untuk Tingkatkan Cadangan BBM Nasional
• 14 jam laluliputan6.com
thumb
Resmi! AFC Umumkan Hasil Sidang Komdis Terbaru, Persib Bandung Dapat Sanksi Berat usai Kericuhan di ACL 2 Lawan Ratchaburi?
• 22 jam lalutvonenews.com
thumb
Persada (PADA) Ambil Bagian dalam Proyek Internet Nasional Emiten Hashim
• 7 jam laluwartaekonomi.co.id
thumb
BHR Ojol Cair 4-6 Maret, Cek Syarat & Kriteria Driver Gojek Penerima 'THR'
• 7 jam lalubisnis.com
Berhasil disimpan.