Liputan6.com, Jakarta - Presiden Prabowo Subianto meminta jajaran menterinya membangun fasilitas penyimpanan (storage) baru untuk meningkatkan cadangan bahan bakar minyak (BBM) nasional. Pasalnya, kapasitas daya tampung cadangan BBM Indonesia hanya mampu untuk 25 hari.
"Saya sampaikan bahwa kemampuan daya tampung BBM kita sudah sejak lama hanya maksimal di 25 hari, maksimal. Sehingga cadangan nasional kita itu minimal 20 sampai 23 hari. Sekarang BBM kita itu sudah 23 hari. Jadi sudah di atas standar minimal cadangan nasional yang sebagaimana lazimnya," kata Menteri ESDM Bahlil Lahadalia usai rapat bersama Prabowo di Istana Kepresidenan Jakarta, Rabu (4/3/2026).
Advertisement
Menurut dia, keterbatasan kapasitas penyimpanan menjadi salah satu tantangan yang harus segera diperbaiki. Untuk itu, Prabowo menekankan pentingnya fasilitas penyimpanan tambahan agar cadangan BBM nasional bisa meningkat menjadi 3 bulan atau 90 hari.
"Jadi kita tidak bisa katakan lah, teman-teman menganggap harus Pak kita stok 60 hari. Mau isi taruh di mana? Kita tidak punya storage. Makanya sekarang arahan Bapak Presiden segera kita membangun storage. Jadi bukan kita tidak punya cadangan untuk mengisi minyak. Tapi sekarang mau taruh di mana?" tuturnya.
Bahlil mengungkapkan bahwa pemerintah tengah menyiapkan sejumlah alternatif lokasi untuk membangun storage cadangan BBBM nasional. Salah satunya, kata dia, di Pulau Sumatra.
"Kita rencana salah satu alternatif terbaiknya ada di wilayah Sumatra," ungkap Bahlil.




